Pemkot Bogor sambut baik wisatawan daerah lain pada libur panjang, dengan protokol kesehatan ketat

id Libur panjang,Protokol kesehatan,Penularan COVID-19,Destinasi wisata,Cuti bersama,wisata bogor

Pemkot Bogor sambut baik wisatawan daerah lain pada libur panjang, dengan protokol kesehatan ketat

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di lokasi wisata sungai di Kota Bogor. (ANTARA/HO-Pemkot Bogor)

Pemerintah Kota Bogor menerapkan protokol kesehatan secara ketat
Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut baik kunjungan wisatawan dari daerah lain ke Kota Bogor pada libur panjang akhir Oktober, tapi akan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Kota Bogor, Kamis, mengatakan, akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat terutama pada lokasi yang menjadi sasaran kunjungan wisatawan seperti tempat wisata, taman, hotel, restoran, dan lainnya di Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, penerapan protokol kesehatan secara ketat tersebut adalah,wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer  serta menjaga jarak fisik minimal satu meter.

Di tempat-tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisatawan, kata dia, juga harus menyediakan fasilitas protokol kesehatan, seperti menyiapkan petugas yang melakukan pengukuran temperatur tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menyiapkan hand sanitizer  serta membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.
Baca juga: Belum miliki legalitas, Pemkab Bogor tutup sementara tempat wisata Curug Bidadari


Guna melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan, menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, menugaskan anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang didampingi anggota Polri dan TNI untuk melakukan pengawasan di lokasi-lokasi yang menjadi tujuan wisatawan.

Sedangkan, di wilayah di Kota Bogor, kata dia, Pemerintah Kota Bogor juga menugaskan aparat wilayah seperti camat, lurah, anggota Dinas Perhubungan untuk siap siaga melakukan pengawasan.

"Saya minta yang terkait pada pengawasan dan pelayanan selama libur panjang, tidak ada yang ke luar kota. Tetap berada di Kota Bogor. Pelayanan publik harus tetap berjalan baik," katanya.

Bima Arya menegaskan, agar aparat yang bertugas melakukan pengawasan dapat memastikan bahwa wisatawan yang berkunjung ke lokasi-lokasi wisata di Kota Bogor maksimal hanya 50 persen.

"Petugas harus memastikan pengunjungnya maksimal 50 persen. Kalau lebih dari aturan tersebut maka ditindak," katanya.

Libur panjang pada akhir Oktober tersebut adalah, libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, cuti bersama, dan akhir pekan, selama lima hari pada 28 Oktober hingga 1 Nopember 2020.

Baca juga: Bendungan Cihud destinasi wisata baru di Kabupaten Bogor, setelah dua bulan ditata lagi
Baca juga: Kebun Raya Bogor dibuka lagi dengan konsep baru lebih matang



 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar