Pemerintah China tetap larang berwisata ke luar negeri karena COVID-19

id China,COVID-19,virus corona,wisata,wisata china

Pemerintah China tetap larang berwisata ke luar negeri karena COVID-19

Gedung pencakar langit Oriental Pearl Tower yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Shanghai, China, setinggi 467,9 meter sempat menjadi gedung tertinggi di dunia pada 1994. Gedung yang di dalamnya juga terdapat pusat perbelanjaan dan restoran itu dalam sehari bisa dikunjungi sekitar 6.000 wisatawan domestik dan mancanegara. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Pemerintah China tetap menangguhkan perjalanan kelompok wisata ke luar negeri
Shanghai (ANTARA) - Pemerintah China tetap menangguhkan perjalanan kelompok wisata ke luar negeri dan melarang agen perjalanan membawa masuk turis dari luar negeri karena risiko kebangkitan kembali kasus virus corona pada musim dingin ini, kata pihak berwenang.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengumumkan ketentuan itu dalam pemberitahuan yang diterbitkan di situsnya pada Rabu (21/10).

China pertama kali menangguhkan tur domestik dan luar negeri pada Januari sebagai bagian dari langkah-langkah pengendalian ketat pandemi untuk mengekang penyebaran virus, yang pertama kali muncul di pusat kota Wuhan.

Namun, otoritas sejak Juli telah mengizinkan wisata domestik dilanjutkan di tengah penurunan tajam jumlah kasus lokal baru.
Baca juga: Ocean Park Hong Kong dibuka lagi, Menara Bangau Kuning Wuhan disulap jadi wisata malam


Pengekangan pada tur berkelompok ke luar negeri telah melemahkan industri pariwisata di berbagai negara, seperti Thailand.

Thailand selama bertahun-tahun sangat bergantung pada kunjungan turis China.

Otoritas China pada Rabu mencatat 14 kasus baru virus corona di negaranya.

Jumlah tersebut merupakan peningkatan dibandingkan dengan 11 kasus pada sehari sebelumnya, kata komisi kesehatan, Kamis.

Semua 14 kasus baru itu berasal dari luar negeri, menurut pernyataan Komisi Kesehatan Nasional China.

Hingga 21 Oktober, China daratan memiliki 85.729 kasus virus corona yang dikonfirmasi, kata otoritas kesehatan.

Korban jiwa di negara itu akibat COVID-19 tetap berjumlah 4.634 orang.
Baca juga: KJRI di Shanghai gelar Indonesia Fair di tengah pemilihan ekonomi China
Baca juga: Kementerian Kepabeanan China larang 219 orang beli produk "duty free" di Hainan



Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar