Dinkes sebut jumlah pasien COVID-19 meninggal dunia di Lampung bertambah jadi 30 orang

id COVID-19,kasus COVID-19 Lampung

Dinkes sebut jumlah pasien COVID-19 meninggal dunia di Lampung bertambah jadi 30 orang

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana di Bandarlampung, Selasa. (22/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyebutkan kasus kematian akibat COVID-19 di wilayahnya kembali bertambah satu sehingga totalnya menjadi 30 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana di Bandarlampung, Selasa, mengatakan, satu pasien COVID-19 yang meninggal dunia tersebut berasal dari Kota Bandarlampung yang merupakan kasus baru.

"Pasien 761 ini merupakan laki-laki berusia 71 tahun yang juga kasus baru kami," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa pasien ini pada Rabu (9/9) pria berkontak langsung dengan anaknya yang baru datang dari Jakarta. Kemudian, pasien ini mengeluh sesak dan batuk. Pada Sabtu (19/9), ia dibawa ke rumah sakit swasta di Bandarlampung dan dilakukan tes cepat dengan hasil reaktif.

"Pada Minggu (20/9) kondisinya memburuk dan diambil sampel tes usapnya, kemudian pada pukul 00.30 WIB meninggal dunia. Namun, hasil swabnya baru keluar pada Senin (21/9) dengan konfirmasi positif COVID-19," kata dia.

Juru bicara Satgas Penangan COVID-19 Provinsi Lampung itu juga menyebutkan bahwa pada hari ini ada penambahan pasien positif terinfeksi virus corona sebanyak 24 orang sehingga totalnya menjadi 762 orang.

"24 kasus baru itu terdiri atas dua orang dari Kota Bandarlampung, satu orang Kota Metro, dua orang dari Kabupaten Lampung Utara, tiga orang dari Kabupaten Pringsewu dan 16 dari Kabupaten Lampung Tengah," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, di Lampung juga terdapat enam pasien sembuh sehingga hingga kini orang yang telah selesai isolasi berjumlah 460.

"Enam orang itu  berasal  dari Kota Bandarlampung dua orang,  Kota Metro (2), serta dari Kabupaten Pringsewu dan Lampung Utara masing-masing satu orang," kata dia.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar