Jateng minta tenaga medis sebagai pertahanan terakhir, bukan "tentara terdepan"

id dokter,Ganjar Pranowo,COVID-19

Jateng minta tenaga medis sebagai pertahanan terakhir, bukan "tentara terdepan"

Dokter dan perawat yang gugur terus bertambah ketika mereka berperang sengit melawan pandemi COVID-19

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta berbagai kalangan jangan menjadikan tenaga medis sebagai "tentara" terdepan dalam menghadapi penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).

"Kita yang akan melawannya dengan menjaga ketertiban, menjalankan protokol kesehatan," kata dia saat memimpin apel Operasi Gabungan Penegakan Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 di wilayah Kota Semarang di Semarang, Rabu.

Ia menyebut tenaga medis pertahanan terakhir dalam menghadapi pandemi virus corona jenis baru tersebut.

Di Jawa Tengah, kata dia, terdapat 18.389 kasus positif COVID-19, di mana jumlah meninggal dunia mencapai 1.701 orang.

"Kondisi ini butuh didukung masyarakat (untuk menghadapi pandemi, red.). Ayo tertib," kata Ganjar Pranowo.

Ia menegaskan melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, sebagai hal yang tidak sulit.

Kepada para petugas yang melaksanakan penegakan yustisi protokol kesehatan, ia meminta mereka bertindak tegas tanpa ragu, namun tetap selalu memberikan edukasi kepada masyarakat.

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar