57 SPBU di Lampung sudah terdigitalisasi

id spbu di lampung, terdigitalisasi, pertamina, 57 spbu

57 SPBU di Lampung sudah terdigitalisasi

SPBU telah terdigitalisasi (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) telah menuntaskan digitalisasi 225 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan 57 unit di antaranya berada di Lampung.

"Pemerintah menargetkan 468 SPBU telah terdigitalisasi, " kata Region Manager Comrel & CSR Pertamina Sumbagsel, Dewi Sri Utami, dalam keterangannya di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan SPBU yang telah terdigitalisasi tersebut terdiri atas 29 SPBU di Bangka Belitung, 28 SPBU di Bengkulu, 33 SPBU di Jambi, 57 SPBU di Lampung, dan 78 SPBU di Sumatera Selatan.

Sementara, lanjut dia, sisanya masih dalam proses persiapan serta pemasangan sejumlah perangkat pendukung.

Menurut dia, program digitalisasi SPBU merupakan upaya Pertamina untuk mengoptimalkan layanan kepada konsumen dengan memantau ketersediaan, penjualan BBM dan transaksi di SPBU dengan data terkini.

Konsep digitalisasi adalah dengan merekam seluruh data transaksi dan stok SPBU secara akurat pada waktu yang faktual, dimana dari setiap nozzle/selang pengisian BBM ke kendaraan konsumen dibuatkan sesuai sistem sedemikian rupa, sehingga secara langsung dapat memberikan data konsumsi dan penjualan setiap SPBU.

Data tersebut nantinya dapat dipantau melalui sistem yang bisa diakses oleh pemerintah yang berkaitan dengan data dan pengawasan konsumsi BBM seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas.

Manager Comrel & CSR Pertamina Sumbagsel, Dewi Sri Utami menyampaikan, digitalisasi juga akan memberikan kemudahan layanan kepada konsumen, dimana dapat memantau ketersediaan/ stok BBM di suatu SPBU, mengetahui data penjualan jenis BBM dan besaran transaksinya.

"Sistem ini terintegrasi secara nasional, sehingga kantor pusat dapat memonitor keseluruhan proses penyaluran BBM, terutama data penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan," jelasnya.

Ia mengharapkan Pertamina dan pemerintah yang berwenang mengakses data tersebut dapat bersama-sama meningkatkan pengawasan penyaluran BBM, termasuk BBM bersubsidi, agar tepat sasaran sekaligus melakukan pendataan konsumsi.

Dengan program digitalisasi ini, Pertamina bisa langsung mengetahui jika terdapat SPBU yang akan kehabisan bahan bakar, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan upaya pengiriman BBM ke SPBU yang bersangkutan. Digitalisasi juga mewujudkan "cashless payment" antara Pertamina dengan pemilik SPBU, serta pemilik SPBU dengan konsumen.

"Tujuan utama sistem ini adalah pendataan secara menyeluruh, sehingga Pertamina dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen setianya secara maksimal, memastikan agar konsumen nenerima BBM sesuai dengan haknya. Bagi Pertamina dapat memantau stok BBM di tanki penyimpanan SPBU, jumlah BBM yang dikeluarkan melalui nozzle dan revenue penjualan BBM," jelasnya.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar