Untuk juarai Formula 1 musim 2019, Mercedes habiskan Rp6,5 triliun

id formula1,formula one,mercedes,gp

Untuk juarai Formula 1 musim 2019,  Mercedes habiskan Rp6,5 triliun

Arsip - Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas berfoto bersama anggota tim Mercedes di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, UEA (28/10/2019). ANTARA/Reuters/Hamad I Mohammaed

Jakarta (ANTARA) - Tim juara dunia Mercedes menghabiskan dana 333 juta pounds atau sekira Rp6,5 triliun untuk merebut dua gelar juara dunia musim 2019 namun masih membukukan keuntungan, demikian laporan yang dipublikasikan tim tersebut.

Mercedes sedang berada di jalur yang mulus untuk memenangi kedua titel itu lagi musim ini untuk ketujuh kalinya secara beruntun, di saat juara dunia enam kali Lewis Hamilton unggul 47 poin dari rival terdekatnya Max Verstappen setelah tujuh balapan.

Laporan pada akhir Desember 2019 menunjukkan Mercedes mendapat keuntungan setelah pajak sebesar 14,7 juta pounds atau sekira Rp287,9 miliar, dibandingkan laba tahun sebelumnya sebanyak 12,6 juta pounds atau Rp248,7 miliar, demikian Reuters, Sabtu.

Mercedes tahun lalu memenangi 15 balapan termasuk sembilan kali finis 1-2 dan 32 kali podium.

Baca juga: Lewis Hamilton raih pole position GP Italia
Baca juga: Max Verstappen pesimistis di Monza

Laporan itu menyebut jika Mercedes memperoleh 23,6 persen pangsa cakupan televisi, yang menghasilkan ekuivalen nilai iklan televisi kumulatif (AVE) sebesar 5,406 juta dolar AS untuk brand Mercedes.

Turnover mereka sebesar 363 juta pounds, naik dari nilai sebelumnya 338,4 juta, karena peningkatan revenue sponsor dan pemasaran.

Laman motorsportweek menyebutkan angka-angka di atas belum termasuk dari fasilitas Mercedes-Bens High Performance Powertrains yang menyediakan dan mengembangkan mesin untuk sejumlah tim F1 yaitu Racing Point dan Williams, serta McLaren pada 2021.

Sementara itu, Formula 1 akan menerapkan aturan baru yang membatasi anggaran tiap tim menjadi 145 juta dolar atau sekira 111 pounds musim depan sebagai salah satu tujuan mereka menciptakan level kompetisi yang merata di antara 10 tim dan juga masa depan yang berkelanjutan.

Namun demikian, gaji pebalap dan pengeluaran marketing tidak termasuk di dalam batasan anggaran tersebut.
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar