Kemenaker perintahkan 37 TKA diduga ilegal keluar dari PLTU 3-4 Nagan Raya Aceh

id TKA ilegal

Kemenaker perintahkan 37 TKA diduga ilegal keluar dari PLTU 3-4 Nagan Raya Aceh

Sejumlah tenaga kerja asing (TKA) keluar dari kompleks proyek pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya, Aceh, setelah mereka tidak bisa menunjukkan izin kerja dari pemerintah, Kamis (3-9-2020). ANTARA/HO-Kemenaker RI

Tim Binwas merekomendasikan agar 37 orang TKA untuk dikeluarkan dari lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya karena selama ini belum memiliki izin bekerja dan dokumen lain terkait izin kerja, kata Rahmatullah
Suka Makmue (ANTARA) - Tim Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan 37 tenaga kerja asing (TKA) diduga ilegal dari lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya, Aceh, Kamis.

Tindakan ini dilakukan Tim Kemenaker RI setelah puluhan warga negara asing tersebut ditemukan belum ada izin kerja dari pemerintah.

"Tim Binwas merekomendasikan agar 37 orang TKA untuk dikeluarkan dari lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya karena selama ini belum memiliki izin bekerja dan dokumen lain terkait izin kerja," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nagan Raya Rahmatullah di Suka Makmue, Kamis.

Baca juga: 38 WNA diusir oleh massa dari sebuah hotel di Nagan Raya Aceh

Menurut dia, puluhan TKA tersebut akan diizinkan masuk kembali setelah melengkapi seluruh dokumen perizinan, seperti notifikasi, visa kerja, dan kartu izin tinggal sementara (kitas).

Kehadiran Tim Binwas Kementerian Ketenagakerjaan ke Nagan Raya, kata dia, sebagai wujud dari tanggung jawab tim tersebut atas pengawasan TKA di Tanah Air.
Sejumlah tenaga kerja asing (TKA) bersiap keluar dari kompleks proyek pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya, Aceh, setelah mereka tidak bisa menunjukkan izin kerja dari pemerintah, Kamis (3-9-2020). ANTARA/HO-Kemenaker RI


"Karena kewenangan pengawasan dan penindakan TKA berada pada Disnakermobduk Aceh dan Kementerian Ketenagakerjaan, kami di sini hanya pembinaan, pemantauan, dan koordinasi saja," kata Rahmatullah.

Baca juga: Mahasiswa Kepri gelar aksi ujuk rasa tolak TKA Tiongkok

Rahmatullah juga mengakui kedatangan tim dari Kemenaker RI ke Nagan Raya setelah pemberitaan media terkait dengan kedatangan puluhan TKA tersebut karena ada dugaan mereka belum memiliki izin kerja resmi dari pemerintah.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar