Di tengah pandemi COVID-19, Joshua Cheptegei justru pecahkan rekor dunia lari

id Joshua cheptegei,Juara dunia, juara dunia 5000m

Di tengah pandemi COVID-19, Joshua Cheptegei justru pecahkan rekor dunia lari

Pelari asal Uganda, Joshua Cheptegei berpose disamping catatan waktu yang diraih pada kejuaraan Monaco Diamond League 2020 di Monako, Jumat (14/8/2020). Joshua Cheptegei mencetak rekor dunia lari 5000 meter setelah bertahan sejak 2004. ANTARA/REUTERS/VALERY HACHE

Jakarta (ANTARA) - Pelari asal Uganda, Joshua Cheptegei memecahkan rekor dunia lari 5.000 meter di tengah pandemi COVID-19 pada kejuaraan Monaco Diamond League 2020 di Monako, Jumat waktu setempat unggul hampir dua detik dari pemegang rekor sebelumnya, Kenenisa Bakele.

Cheptegei (23) memang telah diprediksi bakal memecahkan rekor dunia dalam Diamond League musim ini dan ia berhasil mencatatkan waktu 12 menit, 35,36 detik, mempertajam catatan Bekele 12 menit 37,35 detik yang dicetak di Belanda pada 2004.

Juara dunia 2019 lari 10.000 meter ini memang berada dalam kondisi terbaik sebelum mengunci gelar. Sebelum memecahkan rekor 5.000 meter, Cheptegei juga mencetak rekor lari 10 km dan 5 km di jalan pada kejuaraan di Monako, Februari lalu.

Cheptegei berlari dengan konsisten dan terus meningkatkan kecepatannya 61 detik menjelang finis dan melakukan split 2:30 untuk kilometer terakhir. Hingga akhirnya ia menghentikan arlojinya sendiri saat dia melewati garis finis.

"Butuh banyak hal untuk tetap termotivasi tahun ini karena begitu banyak orang yang tinggal di rumah, tetapi Anda harus tetap termotivasi,” kata Joshua Cheptegei seperti dilansir Reuters, Sabtu.

"Saya mendorong diri saya sendiri, saya memiliki staf yang tepat dengan saya, begitu juga dengan pelatih. Saya biasanya berbasis di Eropa, tetapi kali ini di Uganda dengan keluarga. Saya pasti akan merayakan rekor dunia saat saya pulang.

Pelari asal Kenya, Nicholas Kimeli menyentuh garis finis tepat di belakang Joshua Cheptegei dengan catatan waktu 12 menit 51,78 detik.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar