Lampung alami penurunan angka kekerdilan 26,3 persen

id Stunting Lampung, dinkes Lampung, kesehatan anak

Lampung alami penurunan angka kekerdilan 26,3 persen

Ilustrasi- Bayi sehat yang ada di Provinsi Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Lampung mencatat telah terjadi penurunan angka kekerdilan di provinsi itu sebanyak 26,3 persen. 

"Melalui survei status gizi balita Indonesia oleh Kementerian Kesehatan pada 2019 didapatkan penurunan angka stunting di Provinsi Lampung sebanyak 26,3 persen dan angka tersebut di bawah angka nasional," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, di Bandarlampung, Jumat. 

Ia mengatakan, angka kekerdilan (stunting)  di Provinsi Lampung mengalami penurunan hingga di bawah angka stunting secara nasional. 

"Angka awal stunting di Provinsi Lampung berkisar 42 persen, lalu mulai mengalami penurunan pada tahun 2018 hingga 27,28 persen, dan terus turun pada tahun 2019," ucapnya. 

Menurut Reihana, progres penurunan angka kekerdilan di Provinsi Lampung terjadi karena adanya sejumlah intervensi spesifik dan sensitif. 

"Intervensi sensitif yang merupakan hasil kerjasama multi sektoral antar lembaga berhasil berkontribusi cukup besar hingga 70 persen terhadap penurunan, sedangkan intervensi spesifik berkontribusi sebesar 30 persen," katanya. 

Ia menjelaskan, dalam memberikan intervensi spesifik dalam mencegah adanya penambahan tingkat anak dengan gejala kekerdilan sejumlah langkah telah dilakukan meliputi, pemberian gizi kepada ibu hamil yang kurang energi kronis dengan cara memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil, pemberian suplemen tambahan. 
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar