DPRD desak Pemprov dan Pemkot segera realisasikan tes cepat massal di Bandarlampung

id Corona lampung, tes cepat massal,COVID-19 di Lampung

DPRD desak Pemprov dan Pemkot segera realisasikan tes cepat massal di Bandarlampung

Ilustrasi- Pelaksanaan tes cepat massal di salah satu perusahaan di Lampung. (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - DPRD Lampung mendesak Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung segera merealisasikan tes cepat massal di kota itu sehubungan jumlah warga yang terinfeksi virus corona meningkat terus.

"Kerja sama diperlukan antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandarlampung untuk segera merealisasikan tes cepat massal," ujar anggota Komisi V DPRD  Lampung Aprilianti, saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu. 

Ia mengatakan, percepatan realisasi tes cepat massal di Kota Bandarlampung sangat mendesak dilakukan untuk mengantisipasi persebaran COVID-19 dan mempermudah penelusuran kasus. 

"Perlu sinergitas untuk pelaksanaan tes cepat massal di Kota Bandarlampung, sebab ini tidak dapat dilakukan sendiri harus ada kerjasama karena ini menyangkut kesehatan masyarakat," katanya. 

Menurutnya, koordinasi yang intensif harus dilakukan, sebab pelaksanaan tes cepat massal telah dilakukan di sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung. 

"Provinsi Lampung lekat dengan Kota Bandarlampung sebagai ibukota provinsi, kabupaten lain sudah melaksanakan hal ini, dan kita terus dorong untuk dilaksanakan di Kota Bandarlampung," ucapnya. 

Ia mengatakan, bila tes cepat massal telah terealisasi di Kota Bandarlampung, diharapkan masyarakat dapat aktif dan kooperatif dalam pelaksanaan dan penerapan protokol kesehatan. 

"Saat ini sudah ada Peraturan Gubernur dan Peraturan Walikota tentang tata cara pelaksanaan kegiatan di masa adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan, diharapkan masyarakat dapat melaksanakannya dengan disiplin agar penambahan kasus COVID-19 dapat teratasi," katanya. 

Dinas Kesehatan  Lampung menyebutkan jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di daerah ini pada Selasa sebanyak 318 orang, sedang yang meninggal ada 13 orang. Jumlah  kasus suspek COVID-19 di wilayah itu sebanyak 1.949 orang.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar