Pertumbuhan ekonomi Lampung alami kontraksi sebesar 3,57 persen

id pertumbuhan ekonomi Lampung, bps Lampung, kontraksi ekonomi, komoditas lampung,ekonomi lampung

Pertumbuhan ekonomi Lampung alami kontraksi sebesar 3,57 persen

Kepala BPS Provinsi Lampung Faizal Anwar (ANTARA/HO)

Ekonomi Provinsi Lampung triwulan II/2020 juga mengalami kontraksi sebesar 0,56 persen
Bandarlampung (ANTARA) - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada  triwulan II Tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 3,57 persen dibanding triwulan II/2019 (year on year/yoy). 

"Dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 13,22  persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Faizal Anwar, di Bandarlampung, Jumat. 

Ia menyebutkan, dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam terjadi pada komponen impor barang dan jasa sebesar 13,85 persen dan  ekspor barang dan jasa sebesar 9,96 persen.

Faizal mengatakan bahwa ekonomi Provinsi Lampung triwulan II/2020 juga mengalami kontraksi sebesar 0,56 persen dibanding triwulan sebelumnya  (q-to-q). 

Menurutnya, dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya sebesar 16,84 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam terjadi pada komponen impor barang dan jasa sebesar 8,84 persen, dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 5,82 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung itu menjelaskan perekonomian daerah ini  triwulan II/2020  diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp89,56 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp60,06 triliun.
Baca juga: Dorong pengembangan SDM UMKM Lampung, Kemenkop gelar pelatihan terpadu


Sebelumnya, ekonomi Provinsi Lampung semester I/2020 (c-to-c) mengalami kontraksi sebesar 0,98 persen. 

"Dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan sebesar 5,88 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam terjadi pada komponen impor barang dan jasa sebesar 8,98 persen dan komponen ekspor barang dan jasa sebesar 8,93 persen.

Faizal menjelaskan, secara spasial, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera mengalami kontraksi sebesar 3,01 persen. 

"Seluruh provinsi di Sumatra juga mengalami kontraksi ekonomi," katanya lagi. 
Baca juga: Arinal dorong tumbuhnya investasi
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar