Jumlah kasus positif COVID-19 di Lampung bertambah satu, totalnya jadi 203

id covid lampung, tambahan positif

Jumlah kasus positif COVID-19 di Lampung bertambah satu, totalnya jadi 203

Data terkini COVID-19 di Provinsi Lampung, Kamis (9/7/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat penambahan satu pasien baru yang terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga total jumlah kasus positif di provinsi itu menjadi 203 orang.

"Tambahan satu pasien baru ini berasal dari Kota Bandarlampung yang berjenis kelamin laki-laki dengan usia 56 tahun," kata Kadiskes Provinsi Lampung Reihana, di Bandarlampung, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa pasien datang ke rumah sakit pada Minggu (5/7) dengan keluhan demam dan batuk, kemudian Senin (6/7) dilakukan tes usap (swab) pertama dengan hasilnya negatif COVID-19.

"Beliau terkonfirmasi positif di hasil swab yang kedua pada Rabu (8/7), saat ini yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit pemerintah di Bandarlampung," kata dia.

Kadinkes itu juga mengungkapkan bahwa selain ada penambahan pasien positif COVID-19, orang yang dinyatakan sembuh dari virus corona di Lampung juga bertambah satu sehingga total pasien sembuh saat ini berjumlah 160.

"Pasien sembuh juga bertambah satu orang dari Kabupaten Pringsewu, yakni pasien nomor 184, laki-laki usia (26) tahun," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa dari 203 kasus konfirmasi positif COVID-19 di Lampung sebanyak 160 dinyatakan sembuh, dimana 31 lainnya masih dalam perawatan dan 12 diantaranya meninggal dunia.

Sedangkan, lanjut dia, pasien dalam pengawasan (PDP) hingga kini berjumlah 183 orang, dengan rincian 5 orang masih dalam perawatan, 146 orang hasilnya negatif COVID-19 dan 32 lainnya meninggal dunia.

"Orang dalam pemantauan (ODP) kita saat ini berjumlah 3.683 orang, dimana 82 orang masih dalam pemantauan 3.591 sudah selesai dipantau selama 14 hari, dan 10 diantaranya meninggal dunia," jelasnya.

Pada sisi lain, Reihana pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak salah mengartikan normal baru (new normal) dengan hidup seperti biasa sebelum ada pandemi COVID-19.

"Normal baru bukan berarti kita hidup secara normal di tengah pandemi. New normal kita itu kita hidup pada zaman pandemi global COVID-19, kita harus menjadi manusia yang produktif dan aman dari virus corona dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak dan sering-sering cuci tangan di air mengalir," kata dia.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar