BI: Pertumbuhan ekonomi Lampung melambat

id bi lampung, ekonomi Lampung melambat, komoditas lampung

BI: Pertumbuhan ekonomi Lampung melambat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan (ANTARA/Agus Wira Sukarta)

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung mengatakan bahwa perekonomian Lampung tumbuh sebesar 1,73 persen (year on year/yoy) pada triwulan I 2020, jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,07 persen (yoy).

"Ekonomi Lampung juga melambat dibandingkan periode yang sama tahun 2019, yang mencapai 5,18 persen (yoy)," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, di Bandarlampung, Senin.

Ia menyebutkan realisasi pertumbuhan ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera (3,25 persen; yoy), nasional (2,97 persen; yoy), dan rata-rata pertumbuhan selama 3 tahun terakhir (5,14 persen; yoy).

Menurutnya, dibandingkan dengan sepuluh provinsi di Sumatera, Lampung berada pada peringkat ke-8, turun signifikan dibandingkan dengan peringkat Lampung pada triwulan I 2019 dan keseluruhan tahun 2019 yang tercatat pada peringkat ke-3 dan ke-2 tertinggi di Sumatera.

"Lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2020 ini dipengaruhi oleh kinerja negatif sektor eksternal dan perlambatan konsumsi rumah tangga," katanya.

Selain itu, konsumsi rumah tangga tumbuh melambat disebabkan oleh normalisasi konsumsi masyarakat pasca periode Natal dan Tahun Baru.

Kemudian, penurunan daya beli masyarakat petani seiring penurunan kinerja sektor pertanian serta penurunan permintaan akibat adanya physical distancing dan penurunan daya beli masyarakat seiring penyebaran COVID-19.

Budi menambahkan dari sisi penawaran, perlambatan ekonomi Lampung pada triwulan I 2020 disebabkan oleh penurunan kinerja di hampir semua sektor ekonomi, terutama kontraksi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merupakan sektor utama perekonomian Lampung.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar