India setuju gunakan remdesivir pada pasien COVID-19

id India setujui ,penggunaan darurat remdesivir ,pasien COVID-19

India setuju gunakan remdesivir pada pasien COVID-19

Seorang anak perempuan menutup matanya saat dokter yang memakai sarung tangan melakukan tes swab untuk di tes virus corona (COVID-19) di sebuah area perumahan di Ahmedabad, India, Kamis (30/4/2020). (ANTARA/REUTERS/AMIT DAVE/TM)

Bengaluru (ANTARA) - Pemerintah India pada Selasa menyatakan menyetujui penggunaan darurat obat antivirus remdesivir buatan Gilead Sciences Inc pada pasien COVID-19.

Remdesivir merupakan obat pertama yang menunjukkan pemulihan pada pasien COVID-19 dalam uji coba klinis formal.

Obat tersebut telah mengantongi otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) bulan lalu dan menerima persetujuan dari regulator kesehatan Jepang.

"(Remdesivir) disetujui pada 1 Juni untuk penggunaan darurat dengan syarat pemberian lima dosis," kata Pengawas Obat-obatan Umum India melalui pernyataan.

Produsen obat tersebut belum merespons pertanyaan lebih lanjut.

Hingga Selasa, India telah mencatat 198.706 kasus COVID-19 dengan 5.598 kematian, menurut data Kementerian Kesehatan.

Gilead Sciences pada Senin (1/6) melaporkan bahwa remdesivir menunjukkan manfaat sederhana pada pasien COVID-19 sedang, yang diberi obat tersebut selama lima hari. Sementara itu, mereka yang menerima remdesivir selama 10 hari dalam riset tersebut tidak mendapatkan hasil sebaik itu.

Otoritas Eropa dan Korea Selatan juga sedang berusaha mendapatkan remdesivir. Otoritas kesehatan Korsel pada Jumat (29/5) mengatakan mereka akan mengajukan impor obat tersebut. Gilead belum mengantongi persetujuan regulasi di masing-masing pasar.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar