67 ribu ekor burung liar Sumatera berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan

id 67 ribu burung liar Sumatera ,berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan,burung Sumatera

67 ribu ekor burung liar Sumatera berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan

Petugas gabungan BKSDA Lampung, Kepolisian bersama Petugas Flight Protecting Indonesia's Birds berhasil menangkap burung jenis yang dilindungi asal Sumatera. (Antaranews Lampung/HO/Ardiansyah.)

Bandar Lampung (ANTARA) - Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Karantina Pertanian dan Kepolisian serta FLIGHT, salah satu organisasi perlindungan burung di Indonesia, berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ribu ekor burung dilindungi asal Pulau Sumatera.

 Direktur Eksekutif FLIGHT: Protecting Indonesia's Birds,  Marison Guciano mengatakan, keberhasilan ini merupakan berita baik karena tim gabungan berhasil menyelamatkan puluhan ribu jenis burung yang dilindungi asal Pulau Sumatera.

"Ini tentu berita baik dan menunjukkan kinerja positif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Karantina Pertanian dan Kepolisian untuk menyelamatkan burung liar kita dari kepunahan,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu.

Marison menyatakan, berdasarkan data dari FLIGHT, dalam dua tahun terakhir 2018-2019 terdapat 80 kasus upaya penyelundupan 67 ribu ekor burung liar Sumatera yang berhasil digagalkan petugas gabungan.

"Dari 80 kasus upaya penyelundupan selama 2018-2019, sebagian besar digagalkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Selain di pelabuhan Bakauheni, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan burung di Riau, Jambi, Bangka, Lampung Utara, Lampung Selatan, dan Pelabuhan Merak, Banten,"katanya.

Ia menyebutkan, untuk jenis burung yang sering diselundupkan beragam, diantaranya prenjak (Orthotomus ruficeps), Pleci (Zosterops simplex), Cucak ranting (Blue-winged Leafbird), poksay hitam (Garrulax chinensis), Poksay Sumatera (Garrulax bicolor), burung madu (Leptocoma brasiliana), dan Cucak ijo (Greater green leafbird).

Marison mengungkapkan, bahwa  burung-burung liar Sumatera saat ini sedang mengalami krisis populasi yang didorong oleh perdagangan satwa liar. Jutaan ekor burung dicuri dari habitat alaminya di Sumatera dan diselundupkan untuk memenuhi permintaan besar dari pasar-pasar burung, terutama yang berada di pulau Jawa. Provinsi Lampung, Jambi, Sumatera Selatan dan Medan disebutkan sebagai titik transit dari rute penyelundupan burung liar dari Sumatera ke Jawa.

“Ada ratusan pedagang di Sumatera yang menjadi bagian dari mafia penyelundupan burung liar Sumatera ke Jawa. Mereka bekerja secara senyap, sangat rapi dan sistematis,” tuturnya.

Menurut Marison, burung burung liar Sumatera diselundupkan ke Jawa dominan melalui jalur darat dengan pintu keluar melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Sementara itu jalur udara juga masih digunakan para penyelundup dengan memanfaatkan celah pengawasan di beberapa bandara.

"Selama wabah COVID- 19 penyelundupan burung sumatera lewat jalur darat menurun derastis karena semakin ketatnya pengawasan melalui razia rutin COVID- 19 di tiap perbatasan.

Masifnya perburuan dan penyelundupan burung liar dari Sumatera ke Jawa, masih kata Marison, telah mengakibatkan menurunnya populasi mereka di habitat alaminya. Beberapa jenis burung bahkan sudah sangat sulit dijumpai di habitat alaminya.

"Ini tentu sangat mengkhawatirkan dan berdampak buruk pada ekosistem karena burung burung ini berfungsi membantu regenerasi tanaman dan menyeimbangkan mata rantai makanan," pungkasnya.
 

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar