ACT Lampung beri bantuan warga terdampak gelombang pasang

id COVID-19,ACT Lampung,gelompang pasang lampung

ACT Lampung beri bantuan warga terdampak gelombang pasang

ACT Lampung berikan bantuan makanan cepat saji bagi warga terdampak gelombang pasang di Bandarlampung, Kamis. (28/5/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna/HO)

Untuk korban meninggal maupun luka akibat fenomena alam ini, tidak ada
Bnadarlampung (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung membantu sejumlah warga di kawasan pesisir Kota Bandarlampung yang terdampak gelombang pasang air laut.

"Menanggapi kejadian tersebut, tim Emergency Response (ER) ACT langsung melakukan assessment dan membagikan bantuan makanan siap santap, roti dan air mineral dari Sedop Nasi Kuning," kata Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan bahwa sedikitnya lima rumah nelayan yang berlokasi di RT 12, Lingkungan 1, Kampung Rawa Laut, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang turut terdampak gelombang pasang. 
Baca juga: Gelombang Pasang Tewaskan Tiga Orang di Lampung Selatan


Bahkan, lanjut dia, sebanyak tiga keluarga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman, karena kerusakan bagian lantai bambu dan tiang penyangga rumahnya cukup parah. 

Kepala Cabang ACT Lampung itu mengatakan bahwa ada empat kampung yang terdampak gelombang pasang air laut, yakni Kampung Rawa Laut, Karang Maritim, Kampung Baru 1, dan Kampung Teluk Jaya, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung.

"Untuk korban meninggal maupun luka akibat fenomena alam ini, tidak ada," ujarnya pula.

Ia mengatakan, warga terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan makanan siap santap, bahan pokok maupun bahan material, mengingat aktivitas mencari nafkah masih terganggu akibat gelombang laut yang cenderung besar.

"Kami berharap masyarakat Lampung turut membantu warga terdampak yang mengalami musibah di tengah era new normal (normal baru) pandemi Corona ini," kata dia lagi.
Baca juga: Indonesia pasang radar pendeteksi gelombang tsunami
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar