Karena tak memakai masker, capres Demokrat sebut Trump 'orang sangat tolol'

id donald trump,joe biden,masker

Karena tak memakai masker, capres Demokrat sebut Trump 'orang sangat tolol'

Mantan Wakil Presiden Joe Biden yang mencalonkan diri untuk presiden Amerika Serikat dari Demokrat berorasi saat kampanye di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Senin (9/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid/wsj/djo

Washington (ANTARA) - Calon presiden Demokrat Joe Biden menyebut saingannya dari Partai Republik Donald Trump sebagai "orang yang sangat bodoh" karena tidak mengenakan masker pada serangkaian acara publik baru-baru ini.

Ia mengatakan kurangnya kepemimpinan dalam masalah COVID-19 adalah "mengorbankan nyawa masyarakat."

Keputusan apakah akan mengenakan masker di tempat umum memicu pertarungan politik nasional. Dua kandidat presiden mengadopsi pendekatan yang sangat berbeda mengenai penggunaan masker.

Keputusan Biden untuk mengenakan masker di tempat umum pada Hari Peringatan menarik perhatian Donald Trump.

Trump menolak mengenakan masker di depan kamera di sejumlah acara publik, termasuk pada Hari Peringatan.

"Dia bodoh, benar-benar bodoh untuk berbicara seperti itu. Setiap dokter terkemuka di dunia mengatakan kamu harus mengenakan masker di tengah orang banyak," kata Biden dalam wawancara dengan CNN.

Biden menyebut perilaku Trump sebagai sebuah tindakan maskulin palsu yang mengorbankan nyawa orang.

Presiden mengatakan "sangat tidak biasa" bahwa Biden mengenakan masker pada Hari Peringatan karena dia berada di luar dalam cuaca yang baik.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan memakai masker kain di tempat publik.

Pedoman itu tidak menyarankan memakai masker di rumah.

Presiden Donald Trump, tanpa menggunakan masker, mengunjungi pusat distribusi masker di Pennsylvania pada Kamis (14/5) dan mengumumkan rencana untuk mengisi kembali persediaan peralatan medis Amerika Serikat yang terkuras oleh wabah virus corona.

Sementara itu, para pejabat perusahaan distribusi tersebut tampak mendampingi Trump dengan mengenakan masker.

Trump, tokoh Republik yang berusaha terpilih kembali dalam pemilihan presiden pada November, telah menolak mengenakan masker wajah di publik meskipun pemerintahnya memberi arahan kepada warga AS untuk mengenakan masker dan peraturan Gedung Putih yang baru juga mengharuskan staf mengenakannya di tempat kerja.

Presiden mengunjungi pusat distribusi Owens & Minor Inc, yang Gedung Putih katakan telah mengirim jutaan masker N95, pakaian pelindung dan sarung tangan ke rumah sakit dan pusat operasi di seluruh Amerika Serikat.

Minggu lalu, Trump juga tidak mengenakan masker saat mengunjungi pabrik pembuatan masker di Arizona, sekalipun ia mengaku mencoba beberapa di ruangan lain yang ia lewati.

Pennsylvania adalah negara bagian yang diperebutkan secara politis oleh calon Republik dan Demokrat dalam pemilihan presiden. Meskipun acara pada Kamis diatur oleh Gedung Putih, acara tersebut memiliki nuansa kampanye, dengan musik yang mirip dengan apa yang diputar di kampanye Trump dan referensi merendahkan dari presiden kepada calon penantangnya dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden.

Trump menuduh pemerintah Obama membiarkan persediaan alat-alat pelindung habis. Trump telah menjabat selama tiga tahun dan wabah virus corona mulai melanda Amerika Serikat awal tahun ini.



 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar