Jembatan gantung Pulau Bromo akan menjadi destinasi wisata Banjarmasin

id jembatan gantung

Jembatan gantung Pulau Bromo akan menjadi destinasi wisata Banjarmasin

Kadispupr Kota Banjarmasin H Arifin Noor.(Antaranews Kalsel/Sukarli)

Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Arifin Noor menyatakan rencana pembangunan jembatan gantung di Pulau Bromo wilayah pinggiran kota di Kecamatan Banjarmasin Selatan akan dibuat indah untuk menjadi destinasi wisata.

"Alhamdulillah jembatan gantung Pulau Bromo yang menghubungkan antara Kelurahan Mantuil menuju Pulau Bromo kawasan Banjarmasin Selatan akan dibangun dan kita harapkan ini menjadi sebuah ajang wisata nantinya," ujar Arifin Noor di Banjarmasin, Senin.

Menurut dia, pembangunan jembatan ini merupakan salah satu bukti realisasi visi misi Pemkot Banjarmasin untuk menjadikan Banjarmasin sebagai Kota Baiman atau sebagai kota sungai terindah di Indonesia.

Karenanya, ucap dia, jembatan tersebut dirancang dengan desain indah untuk menjadi bagian destinasi wisata kota yang berjuluk "Kota seribu sungai" ini.

"Banjarmasin memiliki wisata susur sungai, arah ke Pulau Bromo itu masih sangat alami, ditambah nanti ada pemandangan jembatan gantung, tentunya wisatawan mendapat pemandangan lebih menarik," paparnya.

Selain untuk wisata, kata Arifin Noor, tujuan utama dibangunnya jembatan dengan biaya di atas Rp40 miliar itu untuk sarana masyarakat di Pulau Bromo yang mencapai hampir 1.000 Kepala Keluarga (KK). Selama ini wilayah itu terisolasi karena tidak ada infrastruktur jalan darat.

"Jembatan ini menghubungkan dua kawasan. Bila selama ini masyarakat Pulau Bromo hanya bermodalkan transportasi air, jadi nanti mereka dapat melalui jalan darat untuk ke kota," ujarnya.

Menurut dia, desain jembatan tersebut menggunakan metode tiga segmen pekerjaan, pertama pengerjaan jembatan gantung utama sepanjang 100 meter dengan tinggi meter sekitar 15 meter.

Kemudian, lanjut dia, pengerjaan jembatan pendekat sisi kiri dan kanan dengan tinggi menara 2,15 meter, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang juga kelak berfungsi sebagai parkir sepeda motor.

Konstruksi RTH tersebut pun dirancang untuk menerima beban seberat 4.79 KN/milimeter kubik, sehingga bisa digunakan sebagai parkir sepeda motor dan tempat bersantai.


 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar