Pariaman tutup semua objek wisata saat libur Lebaran

id pariaman

Pariaman tutup semua objek wisata saat libur Lebaran

Pengunjung melintas di jembatan objek wisata Talao Pauh, di Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (19/1/2020). Pemerintah Kota Pariaman dibantu Kementerian PUPR dengan anggaran APBN Rp8,3 miliar membangun Talao Pauh, berupa danau kecil yang dikembangkan dengan konsep kota tepi air (Water Front City) untuk mendukung pariwisata di kota itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, memastikan menutup objek wisata di daerah itu saat libur lebaran karena masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

"Lebaran kan 24 Mei sedangkan pemberlakuan PSBB hingga 29 Mei, jadi objek wisata tidak dibuka," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan jika objek wisata di daerah itu dibuka maka ditakutkan akan terjadi penyebaran COVID-19 di daerah itu.

Apabila ada pedagang atau wisatawan yang memaksakan diri untuk berdagang atau berlibur ke objek wisata itu maka akan diberikan tindakan tegas.

Ia menyampaikan terkait penutupan objek wisata di daerah itu telah dibahas.

"Setelah lebaran nanti kami lihat kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol keselamatan COVID-19," katanya.

Jika warga di daerah itu disiplin menerapkan protokol keselamatan COVID-19, lanjutnya, pihaknya akan membahas pelonggaran aturan pemberlakuan PSBB.

Ia menyebutkan protokol tersebut di antaranya menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Ia menjelaskan dilonggarkannya aturan tersebut karena ingin memulihkan perekonomian warga di daerah itu yang dalam beberapa waktu terakhir terdampak COVID-19.

"Jadi faktor ekonomi juga harus dikembangkan dengan baik," ujarnya.

Namun, kata dia hingga saat ini kesadaran warga di daerah itu untuk menerapkan protokol tersebut masih rendah yang hal itu dapat dilihat masih banyaknya warga yang berkumpul di satu tempat tanpa menggunakan masker.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar