Vietnam berusaha selamatkan nyawa pilot asal Inggris, pasien COVID-19

id Vietnam

Vietnam berusaha selamatkan nyawa pilot asal Inggris, pasien COVID-19

Warga merayakan kepergian polisi, setelah pemerintah mencabut perintah karantina di desa Dong Cuu, desa terakhir yang dikarantina dampak wabah penyakit virus corona (COVID-19) diluar Hanoi, Vietnam, Kamis (14/5/2020). REUTERS/Kham/pras/djo

Hanoi (ANTARA) - Vietnam telah mengerahkan seluruh upaya untuk menyelamatkan nyawa seorang pilot asal Inggris, yang bekerja untuk Vietnam Airlines, dari COVID-19.

Berkat pemeriksaan COVID-19 yang massal dan aktif serta program karantina terpusat, Vietnam dapat menjaga jumlah pasien positif hanya sampai 288 orang. Vietnam juga belum melaporkan adanya korban jiwa akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan  virus corona (SARS-CoV-2).

Sejumlah uang telah dialokasikan untuk membayar biaya pengobatan pria berusia 43 tahun itu, yang diidentifikasi dengan "Pasien ke-91". Ia tertular virus saat berada dalam bar di Kota Ho Chi Minh City pada pertengahan Maret, demikian isi berita media setempat.

Lebih dari 4.000 orang yang terkait dengan klaster itu telah menjalani pemeriksaan COVID-19. Hasil tes menunjukkan hanya 18 orang yang positif tertular virus.

Meskipun sebagian besar pasien telah sembuh, pilot asal Inggris itu masih dirawat dengan bantuan alat dan kondisinya memburuk.

Kementerian Kesehatan pada Selasa (12/5) menggelar pertemuan dengan para ahli dengan rumah sakit ternama dan memutuskan cara terbaik menyelamatkan nyawa pilot itu dilakukan dengan transplantasi paru-paru.

Kasus pilot itu telah menarik perhatian warga Vietnam, sementara pemerintah pun mendapat dukungan luas terkait upayanya mengendalikan penyebaran virus.

Media milik pemerintah, pada Kamis, melaporkan, 10 orang, di antaranya termasuk seorang veteran militer berusia 70 tahun, telah mengajukan diri secara sukarela untuk mendonorkan paru-parunya. Akan tetapi, tawaran mereka ditolak oleh tim dokter pemerintah.

"Kami tersentuh dengan niat baik mereka, tetapi aturan yang saat ini berlaku tidak mengizinkan kami menjalankan transplantasi paru dari organ orang yang masih hidup," kata perwakilan Pusat Koordinasi Nasional Vietnam untuk Transplantasi Organ Manusia (VNHOT) kepada koran Tuoi Tre.

Pasien ke-91 itu masih bertahan dengan paru-paru yang hanya berfungsi 10 persen. Hidup pasien itu juga telah dibantu dengan alat selama lebih dari 30 hari, terang Tuoi Tre.

Wakil Menteri Kesehatan, Nguyen Truong Son, pada bulan lalu mengatakan Vietnam telah mengimpor obat khusus dari luar negeri untuk menghilangkan gumpalan darah pada pasien. Namun, upaya itu tidak berhasil.

Vietnam telah menggelontorkan dana lebih dari lima miliar dong (sekitar Rp2,9 miliar) untuk menyelamatkan nyawa pasien itu, demikian laporan Kantor Berita Vietnam (VNA).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Le Thi Thu Hang mengatakan penyakit bawaan pilot itu membuat kondisinya semakin buruk. Namun, "para ahli dan dokter terbaik" Vietnam akan berusaha menyelamatkan nyawa dia.

"Kami sangat berharap pasien asal Inggris itu akan segera pulih," kata Hang saat jumpa pers, Kamis.

Media milik pemerintah di China pada Maret melaporkan tenaga kesehatan di negaranya berhasil melakukan transplantasi paru-paru ganda terhadap seorang pasien COVID-19. Operasi itu dinilai sebagai cara yang ampuh untuk merawat pasien dengan kondisi kritis.
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar