Menlu AS Pompeo: Adili para penyerang rumah sakit di Kabul

id Pompeo, Afghanistan, Taliban, Serangan rumah sakit.

Menlu AS Pompeo: Adili para penyerang rumah sakit di Kabul

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berjalan menjelang penandatanganan kesepakatan antara anggota delegasi Taliban Afganistan dan pemerintah Amerika Serikat di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020). ANTARA/REUTERS/Ibraheem al Omari/aa. (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)

Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Selasa mendesak pemerintah Afghanistan dan Taliban untuk bekerjasama membawa ke pengadilan para pelaku serangan terhadap sebuah rumah sakit dan penguburan yang menewaskan lusinan orang, termasuk dua bayi yang baru lahir.

"AS mengutuk sekeras-kerasnya dua serangan mengerikan di Afghanistan," kata Pompeo dalam satu pernyataan.

Sejumlah lelaki berseragam polisi pada Selasa menyerbu satu rumah sakit di Kabul, yang menjadi tempat bangsal persalinan, yang dijalankan oleh organisasi kemanusiaan internasional Doctors without Borders.

Secara terpisah , seorang pembom bunuh diri menubruk para pelayat penguburan seorang komandan polisi di sebelah timur provinsi Nangahar.

Taliban, kelompok militan utama Afghanistan yang pada bulan Februari menandatangani perjanjian penarikan pasukan AS secara bertahap, menolak bertanggung jawab atas dua serangan itu.

Satuan kelompok regional IS beroperasi di Nangahar dan belakangan ini melakukan serangan-serangan yang menarik perhatian publik di Kabul, di mana pemimpinnya tertangkap pada Senin.

"Kami catat Taliban menolak bertanggung jawab dan mengutuk kedua serangan sebagai tindakan keji," kata Pompeo. "Taliban dan pemerintah Afghanistan mestinya bekerja sama membawa pelaku serangan ke pengadilan."

Namun seruannya menghadapi kendala besar.

Serangan-serangan Taliban terhadap pasukan keamanan Afghanistan terjadi sejak perjanjian penarikan pasukan AS dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan--setelah serangan Selasa--bahwa pasukan pemerintah akan menggunakan cara "menyerang" sebagai ganti sikap bertahan yang diadopsi setelah penandatanganan kesepakatan.



Pompeo menyatakan jumlah korban tewas sebanyak 13, termasuk dua bayi yang baru lahir, ibu-ibu dan para pekerja kesehatan, dalam serangan rumah sakit. Dia mengatakan pemboman saat penguburan menewaskan 26 orang dan lebih dari 69 terluka.

Reuters melaporkan sedikitnya 16 tewas termasuk dua bayi baru lahir, dalam serangan terhadap rumah sakit dan sedikitnya 24 orang tewas dan 68 terluka dalam pemboman saat penguburan komandan polisi.

Pompeo menyebut serangan terhadap rumah sakit itu "perbuatan sangat jahat." Mereka yang melakukan pemboman penguburan " hanya sedang berupaya mencabik-cabik ikatan yang menyatukan keluarga-keluarga dan komunitas bersama-sama, tapi mereka tak akan pernah berhasil." katanya.

Tanpa pengurangan kekerasan secara terus-menerus dan "kemajuan yang tak memadai" menuju kesepakatan perdamaian yang dimusyawarahkan, negeri itu "akan tetap rapuh menghadapi terorisme," katanya.

Reuters
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar