Harga minyak mentah jatuh, permintaan turun akibat pandemi COVID-19

id harga minyak,minyak WTI,minyak Brent,harga minyak turun

Harga minyak mentah jatuh, permintaan turun akibat pandemi COVID-19

Ilustrasi - Barel Minyak dengan grafik harga minyak jatuh. ANTARA/Shutterstock/pri

Saya pikir seluruh pasar memahami bahwa kesepakatan ini penting dan akan membawa banyak stabilitas
New York (ANTARA) - Harga minyak jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mundur kembali dari kenaikan minggu lalu setelah Arab Saudi dan Rusia menunda pertemuan produsen minyak yang bertujuan mengatasi meningkatnya kelebihan pasokan di seluruh dunia ketika permintaan turun akibat pandemi virus corona.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 2,26 dolar AS atau 8,0 persen menjadi menetap pada 26,08 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun 1,06 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi menetap di 33,05 dolar AS per barel.

Penurunan itu terjadi bahkan setelah Kirill Dmitriev, CEO Dana Investasi Langsung Rusia, dana kekayaan negara yang mengelola 10 miliar dolar AS, mengatakan pada Senin (6/4/2020) bahwa Rusia dan Arab Saudi "sangat dekat" dengan kesepakatan pengurangan produksi minyak.

"Saya pikir seluruh pasar memahami bahwa kesepakatan ini penting dan akan membawa banyak stabilitas, stabilitas yang sangat penting bagi pasar, dan kami sangat dekat," kata Dmitriev dalam wawancara daring dengan CNBC.
Baca juga: Harga minyak tergelincir di tengah kekhawatiran permintaan, dipicu Virus Corona

Harga minyak AS turun lebih besar daripada patokan global Brent setelah laporan dari penyedia data Genscape menunjukkan bahwa persediaan di pusat penyimpanan Cushing di Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI, naik sekitar 5,8 juta barel pekan lalu, kata para pedagang seperti dikutip oleh Reuters.

Jika angka-angka itu dicocokkan dengan data resmi Badan Informasi Energi AS pada Rabu (8/4/2020), itu akan menjadi peningkatan stok mingguan kelima berturut-turut di pusat penyimpanan dan peningkatan mingguan terbesar pada catatan sejak 2004.

"Tangki penyimpanan global akan terus terisi dan begitu kapasitas penyimpanan tercapai, harga minyak bisa jatuh bebas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York. "OPEC+ mungkin memiliki beberapa bulan sebelum kapasitas penyimpanan global tercapai, sehingga pengurangan produksi harus terjadi tidak peduli apapun."

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, diperkirakan akan mengadakan konferensi video pada Kamis (9/4/2020) untuk membahas pengurangan produksi minyak.

Konferensi video OPEC + yang dijadwalkan untuk Senin telah ditunda hingga Kamis dan penundaan berkontribusi pada ketidakpastian di pasar tentang prospek pengurangan produksi, para ahli mencatat.
Baca juga: Harga minyak dunia rendah, Pertamina berpotensi turunkan harga BBM nonsubsidi

Harga minyak anjlok ke posisi terendah multi-tahun setelah OPEC+ gagal menyepakati pengurangan produksi baru di Wina bulan lalu, sebagian menyebabkan jatuhnya pasar keuangan global.
 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar