ACT Lampung bersama Yonif 9 Marinir berikan bantuan pada korban banjir

id ACT Lampung,Bantuan banjir

Kami harap aksi tim gabungan dapat meringankan beban penderitaan dan menjadi motivasi warga untuk bangkit, kata dia
Bandarlampung (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung bersama Yonif 9 Marinir dan Sukarelawan Peduli Pendidikan Pulau Tegal (SP3T) memberikan bantuan sembako kepada korban banjir dan longsor di Desa Margodadi, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

"Bantuan sembako 135 paket ini kami berikan untuk warga yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat (31/3) di Margodadi yang cukup parah," kata Kepala Program ACT Lampung Regina Locita Pratiwi dalam keterangan yang diterima, di Bandarlampung, Minggu.

Dia mengatakan, ada sekitar 70 warga dari 19 Kartu Keluarga (KK) yang terkena banjir dan longsor tersebut dan membutuhkan bantuan terutama bahan pokok makanan. makanan siap saji, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi dan dukungan psikososial.

"Kami harap aksi tim gabungan dapat meringankan beban penderitaan dan menjadi motivasi warga untuk bangkit," kata dia.

Ia mengatakan di tengah pandemik COVID-19 dukungan mental dan nutrisi sangat dibutuhkan oleh mereka maka pihaknya pun akan terus berupaya menyalurkan batuan kepada warga terdampak banji dan longsor tersebut.

"Namun untuk bantuan berupa pembangunan infrastuktur, hal ini perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait, apakah perlu relokasi atau tidak dan kami berharap semua pihak bisa terlibat dalam aksi ini," katanya.

Dalam melakukan aksi membantu warga terdampak tim gabungan juga menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sepatu booth dan masker guna menjaga penyebaran virus corona.

Sementara itu, Danyonif 9 Marinir Letkol Mar James Munthe, M. Tr (Hanla) diwakili oleh Perwira Seksi Personil Kapten Marinir Sodiqin berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak bencana. 

“Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan besama ACT dan SP3T bisa membantu warga di sini,” ujarnya. 

Camat Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, mengatakan, saat ini terdapat 19 KK yang telah mengungsi akibat bencana ini dan evakuasi warga terdampak direncanakan selama tujuh hari yang selanjutnya akan ditinjau kembali untuk memastikan kestabilan tanah pascalongsor.

Terkait dengan kondisi pandemi corona, pihaknya juga tengah melakukan upaya social distancing dan pencegahan penularan virus tersebut dengan cara memisahkan penyintas dengan gejala ISPA. 

"Setiap hari petugas medis dari Dinkes Pesawaran mengecek kondisi kesehatan penyintas longsor ini," kata dia.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan makan dan nutrisi warga terdampak, pemerintah setempat telah mendirikan dapur umum mengingat para penyitas harus naik turun bukit setiap hari.

"Selain itu nutrisi cukup membantu menjaga imunitas tubuh sehingga menekan penularan COVID-19," kata dia.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar