Lapas Rajabasa berikan asimilasi kepada 120 warga binaan

id COVID-19,Wuhan

Lapas Rajabasa berikan asimilasi kepada 120 warga binaan

Kalapas Kelas I Rajabasa, Syafar Pudji Rochmadi, di Bandarlampung, saat dimintai keterangan, jumat. (3/4/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Rajabasa, Bandarlampung, memberikan asimilasi kepada 120 warga binaan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 di daerah itu.

"Jadi pemberian asimilasi ini sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumkam) RI Nomor 10 tahun 2020 tentang asimilasi di rumah," kata Kalapas Kelas I Rajabasa, Syafar Pudji Rochmadi, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan bahwa kegiatan asimilasi yang diberikan kepada warga binaan berlangsung dua tahap dimana pada Kamis (2/4) pihaknya telah merealisasikannya dengan 60 orang yang dirumahkan, dan sisanya sebanyak 60 orang dipulangkan ke kediamannya pada Jumat.

"Jadi ini bukan bebas tapi asimilasi di rumah dan mereka harus menetap tidak boleh ke luar dari tempat tinggalnya guna menghindari COVID-19," jelasnya.

Ia pun mengatakan bahwa nantinya mereka  yang menjalani proses asimilasi tersebut akan tetap diawasi oleh pihak Kejaksaan dan Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa.

"Pengawasan tetap akan kita lakukan sesuai prosedur yang berlaku," tegasnya.

Dia menuturkan bahwa warga binaan yang mendapatkan asimilasi ini yakni mereka yang telah menjalani 2/3 masa pidananya hingga 31 Desember 2020 dan saat ini sedang masuk ke tahap integrasi.
 
"Bisa jadi jumlah yang akan mendapatkan asimilasi dapat bertambah di sini sebab ada beberapa warga binaan yang sudah menjalani dua pertiga masa tahanannya tapi belum ada jaminan dari keluarganya, tapi untuk mereka yang terkait PP Nomor 99 tahun 2012 kita tidak akan berikan," katanya.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar