Singapura pun tutup sekolah dan tempat kerja, kasus Corona terus naik

id PM Lee Hsien Loong,Singapura,virus corona,corona singapura

Singapura pun tutup sekolah dan tempat kerja, kasus Corona terus naik

Perdana Menteri Republik Singapura Lee Hsien Loong menghadiri upacara pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.

Kini kami akan mengambil langkah tegas guna mencegah peningkatan infeksi
Singapura (ANTARA) - Pemerintah Singapura akan menutup sekolah dan sebagian besar tempat kerja selama sebulan sebagai bagian dari langkah yang lebih ketat untuk mencegah lonjakan infeksi virus corona baru-baru ini, katanya pada Jumat.

Pengumuman tersebut memicu masyarakat untuk memburu kebutuhan pokok.

Singapura mendapat pujian internasional atas perjuangannya selama dua bulan melawan virus, yang menginfeksi lebih dari 1 juta orang secara global, menghindari langkah karantina wilayah yang hampir dilakukan di seluruh dunia.

Namun otoritas mengatakan rekor lonjakan infeksi baru pekan ini, yang membuat total menjadi 1.114 kasus, menunjukkan perlunya prosedur yang lebih tegas.

Para ahli menyebutkan pengabaian dalam pencegahan virus yang menuai pujian menggarisbawahi tantangan untuk mengekang pandemi seluruh dunia.

"Kami telah memutuskan bahwa alih-alih melakukan pengetatan secara bertahap selama beberapa pekan mendatang, kini kami akan mengambil langkah tegas guna mencegah peningkatan infeksi " kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong melalui pidatonya.
Baca juga: 36 WNI dinyatakan positif COVID-19 di Singapura

Terlihat antrian panjang di depan toko-toko di seluruh wilayah dan warga memborong barang belanjaan meski pihak berwenang mengatakan pusat perbelanjaan akan tetap beroperasi.

"Saya bergegas ke sini sejam yang lalu karena kawan saya mengirim pesan tentang karantina wilayah. Bahkan sekarang di toko ini, sejumlah rak sudah kosong," kata Kim Melissa (57), menambahkan bahwa ia juga baru saja kehilangan pekerjaannya di restoran.

"Jika tidak ada pekerjaan dan juga makanan...itu menyedihkan sekali."

Perdana Menteri mengatakan pemerintah pekan depan akan mengumumkan bantuan lebih bagi rumah tangga dan usaha.
Baca juga: Sebanyak 212 orang sembuh dari COVID-19 di Singapura, 3 WNI

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar