Walt Disney Company akan "rumahkan" beberapa karyawan, dampak pandemik Corona

id Disney, Disneyland, corona, virus corona,walt disney company

Walt Disney Company akan "rumahkan" beberapa karyawan, dampak pandemik Corona

Ilustrasi taman Disney (Shutterstock)

Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang besar terhadap dunia kita, dengan penderitaan dan kehilangan yang tak terhitung
Jakarta (ANTARA) - Walt Disney Company mengatakan pada hari Kamis (2/3) bahwa mereka berencana untuk "merumahkan" beberapa karyawannya mulai akhir bulan ini karena pandemik virus corona baru (COVID-19) yang membuat taman hiburan dan bisnis lainnya tutup.

"Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang besar terhadap dunia kita, dengan penderitaan dan kehilangan yang tak terhitung, dan telah meminta kita semua untuk berkorban," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Jumat.

Disney berkomitmen untuk membayar gaji karyawan sampai 18 April, namun ia juga mengatakan "tidak ada indikasi yang jelas" kapan akan dapat memulai kembali bisnisnya.
Baca juga: Dampak Corona, peluncuran layanan streaming Disney Plus di Prancis ditunda

Sementara, cuti akan dimulai pada hari berikutnya (19/4). Disney mengatakan bahwa staf yang terdampak virus tersebut akan menerima manfaat kesehatan penuh selama periode itu.

Seluruh divisi Disney Parks, Experiences and Products, yang meliputi 12 taman hiburan, hotel, dan jalur pelayaran, mempekerjakan sekitar 177 ribu orang.

Perusahaan itu tidak mengatakan berapa banyak dari karyawan yang terpaksa tidak dipekerjakan lagi.

Pekan lalu, Ketua Eksekutif Disney, Bob Iger mengatakan dia berencana untuk memberikan seluruh gajinya sampai keadaan pandemi membaik. Sementara CEO Bob Chapek akan mengambil potongan 50 persen dari gaji pokoknya.

Menurut Forbes, Iger memperoleh 47,5 juta dolar AS pada tahun 2019, termasuk penghargaan saham dan bonus 21,8 juta dolar AS.
Baca juga: Disney bakal produksi lebih banyak film Avengers

Chapek memiliki gaji pokok sebesar 2,5 juta dolar AS, ditambah bonus target 7,5 juta dolar AS dan hibah insentif jangka panjang tahunan sebesar 15 juta dolar AS, menurut Forbes.
 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar