Menkes Israel dan istri didiagnosa terinfeksi virus corona

id Menteri Israel, Yaakov Litzman,virus corona

Menkes Israel dan istri didiagnosa terinfeksi virus corona

Seorang pria ultra-Ortodoks Yahudi berdiri di samping paramedis dengan baju pelindung di tempat pemungutan suara khusus dimana warga Israel dikarantina akibat virus korona baru bisa memberikan suaranya dalam pemilihan nasional Israel, di Yerusalem, Senin (2/3/2020). (REUTERS/RONEN ZVULUN)

Tel Aviv (ANTARA) - Menteri kesehatan Israel dan istrinya didiagnosa terinfeksi virus corona dan kini dalam isolasi mengikuti imbauan pemerintah, demikian Kementerian Kesehatan Israel pada Kamis.

Yaakov Litzman, sekutu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kerap mendampingi perdana menteri memberikan informasi terbaru soal penyebaran pandemi dan langkah baru untuk memerangi virus tersebut.

Namun pejabat berusia 71 tahun itu mengurangi kehadirannya di hadapan publik dalam beberapa pekan belakangan dan sebagai gantinya dirjen kementerian menggelar rapat harian.

Litzman beserta istri dalam kondisi baik, bunyi pernyataan kementerian.

"Penyelidikan epidemilogis akan dilakukan, dan permintaan isolasi akan dilayangkan bagi mereka yang telah melakukan kontak dengan (menteri) dan istrinya dalam dua pekan belakangan."

Netanyahu terbukti negatif virus corona pada Senin setelah salah seorang stafnya dinyatakan positif mengidap COVID-19. Netanyahu sendri menjalani karantina mandiri hingga Rabu malam, namun belum diketahui pasti apakah ia melakukan kontak dengan Litzman atau tidak.

Israel melaporkan sedikitnya 25 kematian dengan 6.000 lebih kasus infeksi. Pembatasan ketat mengekang sebagian besar warga Israel di rumah mereka, memaksa penutupan usaha serta menyebabkan lonjakan pengangguran lebih dari 24 persen.

Litzman merupakan ketua partai Yahudi ultra-Orthodoks dan ia telah meminta komunitasnya mematuhi imbauan Kementerian Kesehatan setelah sejumlah pendeta dan anggota meragukan risiko virus tersebut.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar