Cegah Corona, ekonom sarankan "lockdown" dan stimulus tambahan pariwisata

id lockdown,stimulus pariwisata,dampak corona

Cegah Corona, ekonom sarankan "lockdown" dan stimulus tambahan pariwisata

Menparekraf Wishnutama Kusubandio siapkan kebijakan respon dampak wabah COVID-19 (Kemenparekraf)

Kalau dilihat, keputusan lockdown mau tidak mau harus diambil. Lockdown akan membuat penyebaran COVID-19 menjadi terbatas

Jakarta (ANTARA) - Simak lima berita kemarin yang masih laik dibaca pada hari ini, mulai dari ekonom senior lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai bahwa karantina wilayah atau lockdown dapat diambil pemerintah demi mencegah penyebaran Virus Corona baru atau COVID-19 meluas, hingga pemerintah mengkaji stumulus tambahan untuk sektor pariwisata.

 

1. Ekonom: "Lockdown" cegah COVID-19 meluas

Ekonom senior lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai bahwa karantina wilayah atau lockdown dapat diambil pemerintah demi mencegah penyebaran COVID-19 meluas.

"Kebijakan antar negara memang berbeda, keputusannya tergantung kita. Kalau dilihat, keputusan lockdown mau tidak mau harus diambil. Lockdown akan membuat penyebaran COVID-19 menjadi terbatas," ujar Faisal Basri melalui siaran di akun instagram Indef, Jumat. Selengkapnya.
Baca juga: Kata Masinton, tak ada salahnya persiapkan opsi "lockdown" Jakarta


2. Kadin ajak pengusaha kecil hingga menengah bantu tangani COVID-19

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengajak seluruh pengusaha, baik dari grup besar, skala kecil hingga menengah untuk bisa turut membantu pemerintah dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19.

"Kami harapkan, tidak dari grup besar saja, tetapi juga pengusaha kecil, menengah, yang mempunyai kemampuan atau kelonggaran untuk bisa membantu di seluruh Indonesia ini, marilah kita bersama-sama membantu meringankan beban pemerintah," kata Rosan pada konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Jumat. Selengkapnya

 

3. Antisipasi COVID-19, Kemendag perpanjang pendaftaran GDI 2020

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Ditjen PEN Kemendag) memperpanjang pendaftaran Good Design Indonesia (GDI) ke-4 sampai 10 April 2020 sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Pendaftaran yang dapat dilakukan melalui situs http://iddc.kemendag.go.id/gdi/ ini sudah dibuka sejak 2 Januari 2020. Selengkapnya


4. Kemenperin kontak asosiasi pastikan bahan baku masker tersedia

Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Muhammad Khayam menyampaikan pihaknya telah meminta secara khusus kepada Indonesian Nonwoven Association (INWA) agar anggota asosiasi bisa menyediakan kebutuhan bahan baku untuk produksi Alat Pelindung Diri (APD) dan masker.

“Asosiasi Nonwoven Indonesia juga telah diminta untuk men-supply kekurangan bahan baku APD dan masker, sehingga untuk memproduksi APD dan masker tidak ada lagi hambatan kebutuhan bahan baku,” kata Khayam lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat. Selengkapnya

Baca juga: President Jokowi vouches for physical distancing as better alternative to lockdown

5. Pemerintah kaji stimulus tambahan bagi sektor pariwisata

Pemerintah mengkaji adanya extra benefit atau stimulus tambahan bagi sektor pariwisata yang dinilai paling terdampak oleh pandemi Virus Corona baru (COVID-19).

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui video conference di Jakarta, Kamis (26/3). Selengkapnya

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar