Tiada APD, Dinkes Mukomuko terpaksa siapkan jas hujan untuk tangani COVID-19

id Mukomuko,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Tiada APD,  Dinkes Mukomuko terpaksa siapkan jas hujan untuk tangani COVID-19

Sejumlah petugas medis puskesmas Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko menggunakan jas hujan, sarung tangan, masker dan sepatu pengganti seragam medis untuk alat pelindung diri. ANTARA/HO-Dinkes Mukomuko

Mukomuko (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyiapkan ratusan set jas hujan yang telah dimodifikasi sebagai pengganti seragam medis untuk alat pelindung diri dalam menangani kemungkinan adanya pasien "suspect" virus corona baru atau COVID-19.

“Jas hujan telah kita beli dan akan  disebar ke 17 puskesmas yang masing-masing mendapatkan sebanyak empat set. Jas hujan ini untuk persiapan penanganan kemungkinan adanya pasien suspect corona,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Desriani di Mukomuko, Rabu.



Ia mengatakan, selain jas hujan pihaknya juga membagikan sarung tangan, masker dan sepatu kepada sebanyak 17 puskesmas.



“Jas hujan ini untuk persiapan saja. Petugas medis di daerah ini menggunakan seragam ini untuk penanganan kemungkinan adanya pasien COVID-19,” ujarnya pula.



Ia mengatakan, instansinya sampai sekarang belum menerima bantuan alat kesehatan, termasuk seragam medis berupa alat pelindung diri baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah setempat.



Selain itu, ia mengatakan, sampai sekarang belum ada dana tak terduga untuk membeli berbagai alat kesehatan termasuk untuk membeli alat pelindung diri untuk penanganan COVID-19.



Ia menyebutkan, jumlah orang dalam pemantauan atau ODP COVID-19 di daerah ini sampai sekarang ada tiga orang.



Petugas medis dari instansi ini dan puskesmas saat ini rutin memantau kesehatan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah setempat yang kembali dari luar daerah terutama dari daerah yang masuk zona merah penyebaran virus corona baru atau COVID-19.

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar