Ratusan ibu-ibu di kampung nelayan Lampung Timur tuntut Safrijal dibebaskan

id Nelayan Lampung Timur Demo, nelayan unjuk rasa

Ratusan ibu-ibu di kampung nelayan Lampung Timur tuntut Safrijal dibebaskan

Aksi ibu-ibu warga kampung nelayan berdemo tolak tambang pasir laut dan minta bebaskan nelayan Safrizal, di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Minggu (15/3/2020). (Antaralampung/Muklasin)

Tolong kami, Pak Jokowi
Labuhan Maringgai, Lampung Tim (ANTARA) - Ratusan ibu-ibu, warga kampung nelayan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur menolak tambang pasir laut di Lampung Timur, dan menuntut polisi membebaskan Safrizal, seorang nelayan yang ditangkap polisi karena menolak tambang pasir laut.

Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. 

Aksi ibu-ibu warga kampung nelayan itu berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Penet, Desa Margasari, Minggu.

Sambil membawa spanduk dan karton bertuliskan tuntutannya, mereka meminta Presiden Jokowi turun tangan membantu. 

"Tolong kami, Pak Jokowi," kata mereka pula. 
Baca juga: Nelayan desak cabut izin tambang pasir

Mereka menyuarakan desakan untuk membebaskan nelayan bernama Safrizal yang ditangkap polisi. 

"Bebaskan, bebaskan Rijal," ujar mereka.

Mereka pun mendesak pemerintah menutup penambangan pasir di perairan laut Sekopong, Lampung Timur. 

Aksi ratusan ibu-ibu itu dilanjutkan di Pospol Air Kuala Penet.
Baca juga: Kapolres Lampung Timur pimpin pertemuan dengan nelayan
 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar