Festival Manggis di Desa Garokgek Purwakarta tingkatkan kunjungan wisata

id festival manggis,pemkab purwakarta,wisata purwakarta

Festival Manggis di Desa Garokgek Purwakarta tingkatkan kunjungan wisata

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengecek kondisi pohon manggis. (ANTARA/Istimewa)

Ada sesi tata cara menanam pohon manggis nanti
Purwakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, menggelar Festival Manggis di Desa Garokgek untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

"Festival Manggis ini digelar pada Sabtu ini hingga Minggu (15/3) di Kampung Margaluyu, Desa Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta," kata Bupati setempat Anne Ratna Mustika, di Purwakarta, Sabtu.

Ia mengatakan Festival Manggis bukan baru pertama kali digelar di Purwakarta. Sebelumnya pada 2019, pemkab juga telah menggelar kegiatan yang sama.

Menurut dia, Pemkab Purwakarta tetap fokus terhadap peningkatan pariwisata. Festival Manggis menjadi salah satu upaya dalam menggenjot sektor wisata.
Baca juga: Pemkab Purwakarta miliki 62 destinasi wisata tersebar di kecamatan

Saat ini orientasi pariwisata di Purwakarta perlahan diarahkan ke sektor produksi perkebunan. Terkait dengan Festival Manggis, karena buah manggis itu produk unggulan Purwakarta.

"Kita terus mendorong agar sektor pariwisata juga memiliki nilai edukasi. Ada sesi tata cara menanam pohon manggis nanti,” kata Anne.

Di lokasi festival, para pengunjung bisa menikmati manggis secara gratis. Ada sejumlah perlombaan yang digelar, di antaranya lomba sortir buah manggis, lomba merangkai buah manggis, tebak buah manggis, serta lomba sambung pucuk bibit manggis.

Sementara itu, catatan Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, luas perkebunan manggis di Purwakarta mencapai 1.500 hektare yang tersebar di empat kecamatan, yakni, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Bojong, Kecamatan Kiarapedes dan Kecamatan Darangdan.
Baca juga: Pemkab Purwakarta targetkan kunjungan wisatawan tahun 2020 capai tiga juta

Produksi setiap panen raya buah manggis rata-rata mencapai 47 ton per hektare. Jumlah itu sudah memiliki orientasi ekspor ke berbagai negara. 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar