Kena DBD, tiga warga Sumsel meninggal dunia

id Dbd,demam,korban,dbd sumsel

Kena DBD, tiga warga Sumsel meninggal dunia

Ilustrasi - Pasien DBD menjalani perawatan di RSUD Sultan Abdul Azis Syah Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (11/3/2020). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama.

Total hingga per Februari 2020 ada 819 kasus DBD yang terjadi di kabupaten/kota di Sumsel
Palembang (ANTARA) - Sebanyak tiga warga Sumatera Selatan (Sumsel) meninggal dunia karena menderita deman berdarah dengue (DBD) selama periode musim hujan hingga Februari 2020.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Provinsi Sumatera Selatan Mulyono di Palembang, Kamis, mengatakan mereka berasal dari Kabupaten Muara Enim, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara.

"Total hingga per Februari 2020 ada 819 kasus DBD yang terjadi di kabupaten/kota di Sumsel. Tiga di antaranya meninggal dunia," kata dia.
Baca juga: 100 kematian akibat DBD sampai awal Maret 2020

Jumlah tersebut, katanya, masih  data sementara, sebab kasus DBD pada Maret belum masuk Dinas Kesehatan Sumsel.

"Ini data sementara, namun bila dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama terjadi penurunan," katanya.

Hingga saat ini, kasus paling banyak terjadi di Musi Banyuasin 128 kasus, Palembang 122 kasus, dan Muaraenim 111 kasus.

Pada 2019, tercatat 2.799 kasus dengan jumlah korban meninggal 16 orang.

"Tahun lalu paling tinggi kasusnya itu di Palembang yakni mencapai 667 kasus, lalu Banyuasin sebanyak 235 kasus, dan Muara Enim 229 kasus," kata dia.

Baca juga: Kemenkes: Kematian akibat DBD jadi 104 orang

Terkait dengan antisipasi wabah DBD, pemprov telah membuat surat edaran ke kabupaten/kota untuk melakukan pencegahan.

“Kita juga sudah memberi bantuan berupa insektisida, larvasida, APD yang telah dikirim ke kabupaten/kota," ujar dia.

Pemprov juga mengimbau warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Karena ini menjadi tanggung jawab bersama dan DBD ini sampai sekarang belum ada obatnya," kata dia.

Ia menghimbau warga melakukan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, mengubur, dan memakai baju lengan panjang, memakai losion pelindung diri dari nyamuk, serta memelihara ikan tempalo.

"Memang ini adalah puncaknya dan saya harap masyarakat juga waspada. Biasanya bulan April sudah menurun," kata dia.

Ia berharap, tahun ini jumlah kasus DBD di daerah itu mengalami penurunan. Saat ini, kasus DBD di Indonesia sedang mengalami peningkatan.

"Sumsel juga termasuk tujuh provinsi terendah se-Indonesia untuk kasus DBD ini," kata dia.
Baca juga: Kasus DBD di NTT capai 3.109 kasus, 37 orang meninggal

Jumlah penderita DBD di Sumsel selama Januari- Febuari 2020, Ogan Komering Ulu tiga kasus, Ogan Komering Ilir  (4), Muara Enim (111 kasus, 1 meninggal),  Lahat (67), Musi Rawas (33),  Musi Banyuasin (128), Banyuasin (91 kasus, 1 meninggal), Ogan Komering Ulu Selatan (5), Ogan Komering Ulu Timur (65),  Ogan Ilir (23), Empat Lawang (5), Palembang (122), Prabumulih (54), Pagar Alam (19), Lubuk Linggau (67), Pali (11), Musi Rawas Utara (11 kasus, 1 meninggal).


 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar