Setelah diperiksa kesehatannya, Kapal Pesiar Viking Sun turunkan penumpang di Benoa Bali

id kapal, pesiar,viking sun,pariwisata,virus,corona,kapal pesiar

Setelah diperiksa kesehatannya, Kapal Pesiar Viking Sun turunkan penumpang di Benoa Bali

Penumpang kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun menaiki tender boat yang mengangkut mereka dari kapal yang berlabuh di perairan Benoa menuju Dermaga Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3/2020). ANTARA/Fikri Yusuf

"Penumpang Kapal Viking Sun diizinkan turun setelah dilakukan pemeriksaan pemenuhan protokol kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar yang dibantu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan tim
Denpasar (ANTARA) - Kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun, yang telah melakukan lego jangkar di zona karantina yang berjarak sekitar dua mil dari Pelabuhan Benoa sejak Sabtu (7/3), diizinkan menurunkan seluruh penumpang dan kru kapal di pelabuhan itu pada Minggu pagi.

"Penumpang Kapal Viking Sun diizinkan turun setelah dilakukan pemeriksaan pemenuhan protokol kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar yang dibantu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan tim medis yang telah dilakukan Sabtu kemarin sebanyak dua kali, pada pukul 08.30 sampai 10.00 WITA kemudian dilanjutkan malam hari pada pukul 20.00 sampai 23.00 WITA," ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Agustinus Maun, di Denpasar.
Baca juga: Ganjar Pranowo larang Kapal Pesiar Viking Sun bersandar di Semarang

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara detail di atas kapal yang mengangkut 738 orang penumpang dan 452 kru orang itu, tidak ada ditemukan penumpang ataupun kru yang terindikasi terinfeksi COVID-19 atau virus corona.


"Artinya seluruh penumpang dan kru kapal Viking Sun dinyatakan sehat, itu dari aspek ketentuan protokol kesehatan WHO sudah terpenuhi, kemudian dari aspek kapal mereka sudah memenuhi aturan. Kalau semua ketentuan sudah dipenuhi, maka tidak alasan bagi kami untuk tidak mengizinkan kapal maupun penumpangnya untuk turun" katanya.

Para penumpang itu akan berada di wilayah Pulau Dewata selama dua hari sebelum bertolak ke Colombo pada Senin (9/3) pukul 18.00. Selama di Bali, mereka melakukan aktivitas pariwisata ke berbagai destinasi seperti Museum Bali dan Pasar Badung di Denpasar.

"Penumpangnya berasal dari sejumlah negara seperti Amerika, Inggris, Australia dan Kanada. Mereka semuanya malam ini akan menginap di kapal. Dari 738 orang penumpang itu, juga ada 375 orang penumpang yang akan turun di Pelabuhan Benoa dan mereka akan kembali ke negara asalnya menggunakan pesawat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai," ungkap Agustinus.

Dari kapal yang sedang berlabuh di perairan Benoa itu, para penumpang dan kru kapal diangkut menuju Dermaga Pelabuhan Benoa menggunakan Tender Boat. Agustinus menjelaskan, posisi kapal belum bersandar di Pelabuhan Benoa karena sebelumnya ada permintaan untuk ditunda guna memberikan waktu lebih kepada tim kesehatan KKP untuk melakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan WHO secara detail dan sesuai ketentuan sehingga kapal tersebut harus lego jangkar di zona karantina.


"Sekarang juga masih ada kapal pesiar lain, Albatros di dermaga, nanti malam kapal itu akan meninggalkan dermaga ini pada pukul 23.00 WITA, berarti nanti setelah kapal Albratos meninggalkan dermaga Pelabuhan Benoa, baru kapal Viking Sun dipersilahkan untuk masuk," ujar Agustinus.
Baca juga: Pemerintah akan mengevakuasi WNI dari Diamond Princess dan World Dream

Ia menambahkan, selama di dermaga, kapal Viking Sun akan melakukan sejumlah kegiatan seperti yang akan berlangsung di dermaga itu akan melakukan suplai logistik makanan, air tawar dan beberapa kebutuhan-kebutuhan lain di kapal yang terkait dengan teknis maupun kesehatan.

Sebelumnya, kapal pesiar Viking Sun sempat ditolak menurunkan penumpang di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan ditolak bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terkait antisipasi penyebaran virus corona.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar