Waykanan kembangkan kawasan pertanian organik

id Way kanan, pertanian, buah organik

Waykanan kembangkan kawasan pertanian organik

Wakil Bupati Way Kanan beserta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, Bandarlampung, Sabtu 07/03/2020 (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandar Lampung (ANTARA) - Kabupaten Waykanan mengembangkan kawasan pertanian organik, guna mewujudkan pola pertanian berkelanjutan.



"Saat ini kami tengah mengembangkan kawasan pertanian organik yang meliputi beberapa komoditas seperti beras organik, dan buah-buahan organik, untuk mewujudkan pola pertanian berkelanjutan, " ujar Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony, di Bandarlampung, Sabtu.



Ia mengatakan, pengembangan pertanian organik tengah dilakukan secara berkala, dan telah ada satu hasil pertanian yang mendapatkan sertifikasi organik.



"Pertanian berkelanjutan penting sebab menghasilkan insentif yang lebih, dan awal kita mengembangkan kopi, belimbing, beras, dan saat ini buah naga, bahkan hingga mendapatkan sertifikasi organik, " ujarnya.



Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan.



"Buah naga hasil pengembangan pertanian organik Way Kanan telah diakui melalui pemberian sertifikasi organik, selain itu di Way Kanan sektor pertanian mulai berkembang baik," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, Maulana Muhidan.



Menurutnya, telah banyak perkebunan sawit serta karet di Kabupaten Way Kanan telah di alih fungsikan menjadi sawah.



"Saat ini telah ada penambahan lahan sawah seluas 2000 hektar dan rata-rata berasal dari alih fungsi perkebunan sawit dan karet, harapannya dengan bertambahnya luas lahan sawah dapat menunjang produksi padi agar terus meningkat," katanya.



Ia mengatakan, luas sawah Kabupaten Way Kanan saat ini mencapai 20.000 hektar dari semula 14.000 hektar, dan pada akhir bulan Maret akan melaksanakan panen padi organik  seluas 10 hektar.

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar