PT Pusri sepakati MoU dengan Gubernur Lampung

id Pusri,Mou dengan,Gubernur Lampung

PT Pusri sepakati MoU dengan Gubernur Lampung

Direktur Utama Pusri Palembang Mulyono Prawiro (kanan) dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (kiri) menandatangani nota kesepahaman Program Kartu Petani Berjaya (KPB) di ruang Rapat Utama Gubernur. (Antaranews Lampung/Ardiansyah)

Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program Kartu Petani Berjaya (KPB) oleh Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Ruang Rapat Utama Gubernur, di Bandarlampung
Bandar Lampung (ANTARA) - PT Pusri Palembang menyatakan kesiapan bersinergi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani di Provinsi Lampung.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program Kartu Petani Berjaya (KPB) oleh Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Ruang Rapat Utama Gubernur, di Bandarlampung, Rabu.

Dalam sambutannya, Gubernur Arinal mengatakan bahwa Program KPB merupakan unggulan Pemprov Lampung yang akan memudahkan petani dalam mendapatkan pelayanan terpadu mulai dari pembelian pupuk, disinfektan, permodalan, hingga pembinaan usaha tani dan budi daya pertanian.

“Program ini jadi pertama yang ada di provinsi di Indonesia, tujuan utamanya tidak lain adalah bangkitnya ekonomi kerakyatan khususnya para petani di Lampung,” kata Arinal dengan penuh semangat.
Baca juga: Stok pupuk subsidi di Sumsel aman jelang musim tanam

Pusri Palembang sebagai salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) memproduksi dan menyalurkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah provinsi. Khusus untuk pupuk public service obligation (PSO) berdasarkan penugasan pemerintah, Pusri menyalurkan pupuk  di wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta (DIY),  Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Tahun 2020 ini, Provinsi Lampung mendapatkan alokasi pupuk urea bersubsidi yang ditugaskan kepada Pusri sebesar 314.087 ton. Untuk penyaluran pupuk bersubsidi didasarkan pada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, terkait jumlah dan harganya. 

Adapun ketersediaan pupuk di gudang Pusri saat ini sebanyak 31.745 ton dari ketentuan stok 11.112 ton yang tersebar di 11 gudang lini II dan lini III. “Untuk itu petani tidak perlu khawatir karena posisi stok wilayah Lampung saat ini sangat aman,” ujar Area Manajer Pusri Lampung Taufiek.
Baca juga: PT Pusri Ajak Petani Terapkan Pemupukan Berimbang

Selain pasokan pupuk bersubsidi, Pusri juga sangat berkomitmen untuk menjaga pasokan pupuk dari sektor komersial. “Di luar subsidi, Pusri siap memenuhi kebutuhan pupuk urea dan NPK kepada seluruh petani di Provinsi Lampung, apalagi dengan adanya Program Kartu Petani Berjaya ini,” ujar Taufiek pula.

Sejak tahun 2016, Pusri sudah memproduksi pupuk majemuk yang mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium atau lazim dikenal dengan pupuk NPK. Adapun NPK yang diproduksi ini formulanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen baik untuk pertanian maupun perkebunan.

“Saat ini Pusri memiliki tiga pabrik NPK dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, jadi tidak hanya urea saja, Pusri kini siap menyuplai kebutuhan NPK petani di Lampung,” ujar Taufiek.
 
Pabrik pupuk NPK menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan sekaligus sebagai upaya nyata mendukung ketahanan pangan nasional.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar