Kampung belajar wadah edukasi lingkungan warga Bandarlampung

id Kampung belajar lampung, wisata edukasi, edukasi lingkungan

Kampung belajar wadah edukasi lingkungan warga Bandarlampung

Warga sekitar tengah melukis di atas tampah, sebagai salah satu sarana edukasi menjaga lingkungan, Bandarlampung, Senin 17/02/2020 (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Kampung belajar di tata selayaknya di desa sehingga masyarakat bisa menikmati suasana seperti di desa

Bandar Lampung (ANTARA) - Kampung belajar D'lima salah satu objek wisata edukatif di Bandarlampung, aktif ajarkan kelestarian lingkungan ke masyarakat.



"Kampung belajar ini telah di bentuk sejak tiga tahun lalu, berawal dari mimpi saya ingin membuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat, salah satunya sebagai wadah edukasi bagi warga sekitar," ujar pemilik Kampung Belajar Dyah Etika, di Bandarlampung, Senin.



Ia menjelaskan, kampung belajar menjadi salah satu tempat bagi warga Bandarlampung untuk berekreasi dan belajar, salah satunya belajar menjaga lingkungan.



"Kampung belajar di tata selayaknya di desa sehingga masyarakat bisa menikmati suasana seperti di desa, sehingga lebih arif dengan lingkungan, dan disini kami mengajarkan agar anak-anak menaruh telepon genggamnya bila sudah memasuki komplek kampung belajar agar mereka kembali normal bermain selayaknya anak-anak,"katanya.



Hal serupa juga dikatakan oleh Umi salah seorang pengelola Kampung Belajar.



"Kebetualan Kampung Belajar berdiri disekitar rumah penduduk di tengah kota, sehingga kami selain mengajarkan arif akan lingkungan kepada pengunjung yang datang juga kepada masyarakat sekitar dengan cara memanfaatkan barang bekas serta memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam," kata Umi.



Menurutnya, salah satu langkah edukasi lingkungan dilakukan dengan mengadakan lomba lukis diatas tampah (perabot rumah terbuat dari bambu) bagi masyarakat sekitar.



"Saat ini banyak anak-anak sibuk dengan telepon genggam dan orang tua sibuk dengan pekerjaan sehingga komunikasi di keluarga tidak terjadi, melalui lomba ini selain masyarakat bisa belajar menjaga lingkungan, juga menumbuhkan komunikasi di dalam keluarga,"katanya.



Ia mengatakan, dengan mengadakan lomba ini selain menumbuhkan rasa cinta akan lingkungan juga membantu para perajin tampah yang ada di sekitar sebab lomba rutin dilaksanakan setiap tahunnya.



"Tentu dengan adanya pemanfaatan tampah sebagai media lukis kita juga ikut berperan membantu perajin sekitar, serta mengedukasi masyarakat media untuk melukis tidak hanya menggunakan kertas, namun bisa dari beragam barang, sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas, " ujarnya.



Baca juga: Sahabat sedekah ciptakan kampung belajar untuk tumbuhkan bakat anak

Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar