Karena penasaran, Asri Welas terlibat di film ATKKM

id Asri Welas,Aku Tahu Kapan Kamu Mati

Karena penasaran,  Asri Welas terlibat di film ATKKM

Dokumentasi Asri Welas saat syuting "Aku Tahu Kapan Kamu Mati". (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Asri Welas mengaku mau terlibat dalam proses syuting film "Aku Tahu Kapan Kamu Mati" karena rasa penasaran terhadap genre horor.

"Karena bikin stres syutingnya, makin stres makin penasaran," ujar Asri Welas dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.



Dalam film yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu itu, Asri Welas berperan sebagai seorang penjaga asrama. Selama proses syuting, dia mengaku ketakutan karena pengambilan gambar dilakukan malam hari.

"Syutingnya malam dan tantangannya takut karena aku orangnya penakut banget," terangnya.

Beruntung bagi Asri Welas karena tidak mengalami kejadian yang tak mengenakan selama proses syuting.

Tantangan lainnya, menurut Asri Welas, dirinya harus bisa membagi waktu untuk menyusui anaknya di sela syuting.

"Aku masih menyusui karena masih punya bayi jadi tantangannya memompa ASI, setiap dua jam pasti izin memompa ASI," imbuhnya.
 
Poster film "Aku Tahu Kapan Kamu Mati". (ANTARA/HO)


Film "Aku Tahu Kapan Kamu Mati" mengisahkan mengenai sosok Siena yang memiliki kemampuan melihat pertanda orang mati setelah ia mengalami mati suri.

Siena yang ketakutan ingin keluar dari situasi yang mengerikan ini. Namun ketiga sahabatnya, yaitu Flo, Neni dan Vina tidak percaya dengan kemampuan yang tiba-tiba dimiliki oleh Siena.

Hingga akhirnya pertanda tersebut muncul di dekat Brama, kakak kelas yang dicintainya. Siena berusaha menggagalkan kematian Brama yang akan menjemputnya.

Ternyata Siena juga melihat pertanda orang orang terdekatnya akan mati. Dia pun berusaha menggagalkan kematian-kematian itu. Hingga pertanda kematian itu sendiri datang mengancam dirinya.

Film ini menampilkan akting dari Natasha Wilona, Ria Ricis, hingga Al Ghazali. Rencananya film produksi Unlimited Production & Maxima Pictures ini mulai tayang di bioskop pada 5 Maret 2020.
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar