Pasar Nggruput Pringsewu menjadi ajang berburu kuliner

id Pasar Nggruput,Pemkab Pringsewu

Pasar Nggruput Pringsewu menjadi ajang berburu kuliner

Masyarakat sedang menikmati kuliner di Pasar Ngruput Pringsewu sambil berlesehan bersama kerabat, Minggu. (9/2/2020) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Pringsewu (ANTARA) - Pasar Nggruput di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung yang hadir setiap pekannya di hari Minggu di jalan komplek perkantoran pemkab setempat menjadi ajang berburu kuliner bagi masyarakat setempat di pagi hari.

Berdasarkan pantauan, di lokasi, Minggu seribuan orang dari masyarakat sekitar berbondong-bondong datang ke pasar tersebut untuk mencari makanan yang diburu oleh mereka.

Menurut salah satu warga Warga Lampung Tengah yang sedang menempuh pendidikan di pemkab setempat, Afif, pasar ini kuliner ini setiap pekannya dikunjungi oleh banyak orang yang ingin menghabiskan waktu paginya dengan mencari makanan dengan harga yang terjangkau.

"Yang membuat menarik di sini ya jajanan pasarnya yang enak-enak dan murah, dan pemandangannya juga di kanan-kiri yang dikelilingi sawah," kata dia.



Ia mengatakan bahwa pasar yang buka setiap hari minggu pagi dari pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB sudah berjalan kurang lebih 3 tahun. Bila ada acara di Pasar Nggruput ini kepala daerah bersama jajarannya juga kerap datang ke sini.

Namun, kata dia, pasar kuliner ini harus ditambah sedikit fasilitas penunjang seperti di pinggiran jalan di tempat pedagang menjajakan dagangannya dan masyarakat menyantap makanan bisa di buatkan trotoar.

"Ini kan masih tanah tempat lesehannya kalo dibuatkan trotoar akan lebih bagus lagi," kata dia.
Masyarakat berbondong-bondong mendatangi Pasar Nggruput di Pringsewu untuk berburu kuliner, Minggu. (9/2/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)


Sementara itu pengunjung Pasar Nggruput lainnya Lilis mengungkapkan hal yang serupa. Menurut dia pasar yang ramai dikunjungi oleh banyak orang tersebut pas untuk menghabiskan waktu pagi bersama kerabat sembari menikmati sajian yang ada di sini.

"Ya saya ke sini bersama teman untuk mencari santapan,dan menikmati suasana pagi di sini. Biasanya nyari sate padang, dan cendol," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa yang sedikit kurang di Pasar Nggruput ini yakni MCK untuk pengunjung yang ingin buang air kecil.

"Ya kalo kita mau buang air kecil cukup jauh harus ke lingkungan kantor pemkab dulu, kemudian tempat sampah juga harus diperbanyak agar masyarakat yang datang juga tidak membuang sampah sembarangan," kata dia.

Di pasar Nggruput itu juga tidak hanya menghadirkan kuliner tradisional namun juga ada makanan modern. Selain itu di pasar itu juga ada kegiatan senam bersama.


 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar