Tiga kapal nelayan di Bengkulu terbakar

id Mukomuko

Tiga kapal nelayan di Bengkulu terbakar

Tiga kapal nelayan Desa Pasar Sebelah, Kabupaten Mukomuko, terbakar.(Foto Istimewa)

Mukomuko (ANTARA) - Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan sebanyak tiga unit kapal nelayan Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko yang terbakar, namun tidak ada korban jiwa akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko Nasyyardi dalam keterangannya di Mukomuko, Rabu, mengatakan kebakaran tiga unit kapal nelayan Desa Pasar Sebelah tersebut terjadi pada Rabu pagi sekira pukul 07.30 WIB.



Sedangkan api yang membakar sebanyak tiga unit kapal masyarakat nelayan Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko tersebut berhasil dipadamkan oleh masyarakat melayan dan pihak terkait lainnya sekitar pukul 09.30 WIB.



“Kebakaran kapal nelayan tersebut terjadi kurang lebih selama sekitar dua jam dan dalam waktu selama ini tidak ada peralatan dalam kapal yang berhasil diselamatkan,” ujarnya.



Terkait dengan kejadian kebakaran tersebut, ia mengatakan, instansinya sampai sekarang belum mengetahui penyebab kebakaran tiga kapal nelayan tersebut. Instansinya masih mencari tahu sumber api yang menyebabkan tiga kapal tersebut terbakar.



“Belum ada keterangan dari pihak mana pun termasuk nelayan setempat dan pemilik kapal yang mengetahui penyebab kebakaran tiga kapal tersebut dan dari mana sumber api yang menyebabkan tiga kapal terbakar,” ujarnya.



Ia mengatakan, sebanyak tiga unit kapal motor yang hangus terbakar di pinggir muara sungai wilayah ini milik dua orang masyarakat nelayan di Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko.



Ia menyebutkan, sebanyak dua kapal yang hangus terbakar tersebut di antaranya milik satu orang yakni Sukiman dan satu kapal lainnya yang terbakar milik Saptono.



Ia menyebutkan, kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan tiga unit kapal nelayan Desa Pasar Sebelah tersebut sekitar Rp300 juta yang bersumber dari harga kapal, mesin dan alat tangkap.*

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar