KPU- RI apresiasi aplikasi Gerbang Demokrasi

id KPU Bandarlamounh,Gerbang Demokrasi,Pilkada serentak 2020

KPU- RI apresiasi aplikasi Gerbang Demokrasi

Komisioner KPU-RI Viryan Aziz pada rapat koordinasi jelang Pilkada serntak di Provinsi Lampung, Rabu (29/1/2020) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengapresiasi aplikasi Gerbang Demokrasi yang dibuat oleh KPU Kota Bandarlampung menjelang pemilihan kepala daerah 2020 untuk menunjang tahapan pelaksanaan pilkada.

"Aplikasi ini adalah upaya kami yang sadar dan ingin langsung berinteraksi dengan pemilih," kata Komisioner KPU RI- Viryan Aziz, di Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya, tidak banyak dari KPU se- Indonesia yang memiliki inovasi seperti ini. Dengan adanya aplikasi tersebut nantinya akan mendekatkan masyarakat secara langsung dengan pihak penyelenggara.

"Jadi masyarakat hanya dengan telepon pintar bisa langsung berhubungan dengan KPU Bandarlampung, mereka akan melihat update tentang pemilu bahkan bertanya kepada penyelenggara," jelasnya.

Viryan pun mengajak masyarakat masyarakat untu bersama-sama menggunakan aplikasi tersebut dan memberikan masukan kepada KPU Bandarlampung terkait produk ini.

"Kami sangat terbuka dengan kritik dan apabila aplikasi ini masih kurang bagus silahkan diberi masukan ke tim IT,  namun bentuk positifnya. Aplikasi ini sudah digunakan dalam pembentukan PPK," kata dia.

Sementara itu Ketua KPU Kita Bandarlampung Dedi Triyadi mengungkapkan bahwa aplikasi yang dibuat oleh pihaknya adalah inovasi untuk menunjang pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Bandarlampung.

Ia menyebutkan, aplikasi ini didesain terkait peta tempat pemungutan suara (TPS) secara digital, kemudian ada juga cek daftar pemilih tetap (DPT) serta saat ini pihaknya sedang menunggu regulasi agar e-rekap juga bisa dimasukkan ke aplikasi ini dan ada juga informasi lainnya.

"Ini bentuk salah satu upaya KPU kota untuk meningkatkan partisipasi publik dan pelaksanaannya juga berjalan dengan transparan," kata dia.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar