WHO minta dunia tetap tenang terkait wabah virus corona

id virus corona,WHO,tetap tenang

WHO minta dunia tetap tenang terkait wabah virus corona

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus membuka Majelis Kesehatan Dunia ke-72 di Jenewa, Swiss, Senin (20/5/2019). A (REUTERS/DENIS BALIBOUSE)

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus , Selasa, mengatakan ia yakin pada kemampuan China menangani virus korona baru, yang telah membunuh 106 orang, dan meminta semua pihak untuk tetap tenang.

Ghebreyesus juga mengatakan bahwa, menurutnya, warga-warga negara asing tidak perlu dievakuasi, demikian dilaporkan media China.

Dalam pertemuannya dengan Penasihat Negara Wan Yi di Bejing, kepala WHO itu mengatakan ia setuju dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mengendalikan wabah tersebut, menurut laporan kantor berita Xinhua.

Panel WHO beranggotakan 16 pakar independen pekan lalu menolak menyatakan darurat internasional menyangkut wabah tersebut.

Walaupun semakin banyak kasus muncul di luar China dari orang-orang yang melakukan perjalanan ke negara itu baru-baru ini, WHO mengatakan hanya satu dari kasus di luar China yang merupakan  penularan antarmanusia.

"Satu kasus tetap saja sudah terlalu banyak. Tapi kami yakin bahwa sejauh ini kami belum melihat penularan dari manusia-ke-manusia terjadi di luar China," kata WHO di Twitter.

"Kami terus-terusan memantau wabah tersebut."



Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa di Provinsi Hubei, tempat virus tersebut tampaknya berasal dari seekor hewan di sebuah pasar hewan ilegal, telah dikarantina dan hampir semua alat transportasi dibekukan.

Puluhan juta orang lainnya di Hubei juga mengalami semacam pembatasan perjalanan dalam upaya untuk mencoba menahan virus tersebut agar tidak menyebar ke wilayah-wilayah lainnya di China.

Hingga Selasa, jumlah korban jiwa telah mencapai 106, dari 81 sehari sebelumnya. Jumlah keseluruhan kasus orang yang tertular di China hingga Senin (27/1) meningkat menjadi 4.515 orang dari 2.835 pada hari sebelumnya, kata Komisi Kesehatan Nasional.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar