Irak gunakan kekuatan militer berlebihan terhadap demonstran

id 16 negara,kecam,kekuatan berlebihan,Irak

Irak gunakan kekuatan militer berlebihan terhadap demonstran

Pengunjuk rasa terlihat berjalan dekat ban terbakar saat jam malam, dua hari setelah protes anti-pemerintah nasional yang berubah menjadi kekerasan, di Baghdad, Irak, Kamis (3/10/2019). (REUTERS/WISSM AL-OKILI)

Baghdad (ANTARA) - Sedikitnya 500 orang tewas dan ribuan orang menderita luka sejak aksi demonstrasi pecah di Irak sejak Oktober lalu.

Terkait itu, utusan dari 16 negara yang mencakup Prancis, Inggris dan juga Amerika Serikat pada Senin mengecam keras penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan keamanan Irak dan kelompok bersenjata.

Para diplomat itu juga menyeru penyelidikan yang dapat dipercaya terhadap jatuhnya ratusan korban tewas sejak Oktober.

"Meski ada jaminan dari pemerintah, pasukan keamanan dan kelompok bersenjata terus menggunakan tembakan langsung di berbagai lokasi ini, menimbulkan banyak korban tewas maupun luka dari kalangan sipil, sementara sejumlah demonstran menghadapi intimidasi dan penculikan," bunyi pernyataan gabungan, yang merujuk pada kota Baghdad, Nasriya dan Basra.

Para duta besar itu mendesak Irak agar menghormati kebebasan berserikat serta hak untuk mengelar protes damai. Mereka juga meminta pemerintah Baghdad untuk "menjamin penyelidikan yang kredibel dan pertanggungjawaban atas 500 korban tewas dan ribuan korban luka sejak 1 Oktober."

Baca juga: Pasukan keamanan Irak serbu dan menembaki kamp pengunjuk rasa
Baca juga: Empat pedemo dan dua polisi tewas dalam kerusuhan di Irak

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar