Jumlah korban tewas akibat gempa di Turki bertambah

id gempa,turki timur

Jumlah korban tewas akibat gempa di Turki bertambah

Pekerja penyelamat berkumpul di sebuah bangunan yang ambruk untuk mencari korban akibat gempa bumi di Elazig, Turki, (24/1/2020). ANTARA/REUTERS/Stringer/aa. (REUTERS/STRINGER)

Elazig (ANTARA) - Gempa berkekuatan magnitudo 6,8 yang terjadi di Turki bagian timur pada Jumat menewaskan sedikitnya 20 orang dan meruntuhkan gedung di kota-kota dekat pusat getaran, yang dirasakan cukup kuat di beberapa negara tetangga,

Gempa itu mengguncang provinsi Elazig, sekitar 550 kilometer (340 mil) timur ibu kota Ankara, dan diikuti belasan guncangan susulan.

Sebanyak 13 orang meninggal di Provinsi Elazig dan lima orang lainnya di Provinsi tetangga Malatya, menurut Menteri Kesehatan Fahrettin Koca setelah bersama menteri yang lain bergegas ke lokasi bencana guna mengawasi proses evakuasi.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu menyebutkan petugas layanan darurat sedang melakukan pencarian 30 orang yang tertimpa reruntuhan, dan lebih dari 500 orang terluka.

Tayangan stasiun TV pemerintah TRT menunjukkan petugas medis dan polisi sedang menyisir bangunan yang runtuh akibat gempa di Elazig. Jendela-jendela hancur dan balkon-balkon ambruk.

Soylu menggambarkan gempa tersebut sebagai insiden "Tingkat 3" menurut rencana tanggap darurat Turki, yang berarti bahwa pihaknya menyeru tanggapan nasional namun tidak meminta bantuan internasional.

Pihaknya menyebutkan Turki, yang mengangkangi garis seismik dan rawan terhadap gempa, telah belajar banyak dari bencana-bencana sebelumnya yang membantu pihaknya menanggani peristiwa pada Jumat. Sejumlah pesawat nirawak dikerahkan dalam operasi pencarian dan komunikasi dengan provinsi lain.

Sumber Reuters


 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar