Antusiasme masyarakat Ohoi Ngayub kembangkan agrowisata

id agrowisata, Maluku Tenggara

Antusiasme masyarakat Ohoi Ngayub kembangkan agrowisata

Ilustrasi- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar (tengah) meninjau agro wisata belimbing di desa Watesari, Balongebndo, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2019). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Bandarlampung (ANTARA) - Ohoi atau desa Ngayub Kecamatan Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara kini memiliki lahan seluas 20 hektare untuk pengembangan agrowisata, dan konsep pengembangan desa itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat yang umumnya adalah petani.

"Masyarakat Ohoi Ngayub sangat menyambut baik program agro wisata ini, karena melalui bantuan Distan Malra dapat meyakinkan dampak positif yang akan diterima oleh warga, dan saya berharap pembangunannya lancar dan dapat dinikmati nantinya," kata Paulinus, Penjabat Kepala Ohoi Ngayub ketika dijumpai usai pertemuan  kelompok tani setempat dan Distan Maluku Tenggara di desa itu Jumat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemasaran dan Pengolahan Paska Panen Distan Malra, Lenny Rahalus mengungkapkan, tujuan pengembangan agro wisata ini adalah memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman rekreasi, serta peningkatan usaha tani.

"Ohoi Ngayub dengan lahan pertanian yang cukup luas dengan konsep agro wisata ini dapat tampil dan memberi daya tarik kepada warga lebih khusus pecinta wisata alam di daerah ini maupun dari luar daerah," katanya.

Saat ini, kawasan agro wisata sudah dipetakan sesuai jenis hortikultura, serta fasilitas pendukung seperti jalan, lahan parkir, taman lur jogging track dan lainnya.

Agro wisata Ngayub akan menyajikan nuansa alam berupa lahan beserta hasil tani buah-buahan maupun sayuran, dimana pengunjung dapat membeli dan dibawa pulang ataupun menikmatinya di kawasan tersebut.

"Ketika agro wisata dijalankan harapan kita adalah ohoi ini akan menjadi satu objek wisata dengan daya tarik tersendiri sehingga patut dikunjungi, dan yang paling diharapkan adalah perekonomian masyarakat dapat meningkat," kata Lenny.

Paulinus Ongirwalu, menyampaikan, saat ini pemerintah desanya bersama Distan  Maluku Tenggara mengembangkan agro wisata.

"Konsep agrowisata Ngayub didasari atas lahan pertanian dan perkebunan yang masih luas, dan juga warga disini rata-rata bertani, dasar berikutnya adalah menyukseskan program pemerintah yakni one village one product," katanya.

Paulinus mengakui, sebenarnya konsep agro wisata ini sudah direncanakan sejak lama, sebelum dirinya menjabat sementara kepala ohoi, namun karena kendala-kendala tertentu maka program ini tak berjalan.

"Melihat agro wisata memiliki dampak positif terutama bagi warga, maka kita jalankan program agrowisata Ngayub tahun ini, dimana kita bekerjasama dengan dinas terkait yakni Distan Malra, dan juga koordinas bersama Dinas PMD Malra," katanya.

Pembangunan agro wisata yang rencananya dibangun dalam tiga tahap ini akan memanfaatkan Dana Desa Ngayub senilai Rp300 juta, serta bantuan dari Distan Malra yakni dana PUAB.

Dengan anggaran itu akan dibangun akses jalan, pembukaan lahan, taman, bungalow-bungalow kecil, jogging track, parkiran dan fasilitas pendukung lainnya.

Selain itu, aktivitas kelompok-kelompok tani akan didukung oleh Badan Usaha Milik Ohoi (Bumo) Ngayub berupa dana untuk pengembangan lahan tani.






 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar