Rycko Menoza sampaikan visi misi di DPD Partai Golkar Lampung

id bakal calon walikota, rycko menoza, visi-misi calon, dpd partai golkar

Rycko Menoza sampaikan visi misi di DPD Partai Golkar Lampung

Bakal calon wai kota Bandarlampung, Rycko Menoza. (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Bakal calon wali kota Bandarlampung Rycko Menoza, SZP, menyampaikan visi misi di DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu.

 

Rycko Menoza dalam pendalaman visi misi bakal calon kepala daerah di Partai Golkar dihadapan Fauzi CA, Heri Wardoyo, Romudin Adam dan Hidayat, membedah infrastruktur, pendidikan, kesehatan, transportasi, kesehatan, pariwisata dan UMKM.
 

Ia mengatakan, infrastruktur Bandarlampung masih perlu banyak perubahan, seperti jalan, drainase yang kurang baik sehingga sering terjadi banjir di sejumlah tempat saat musim penghujan.

Sementara infrastruktur jalan masih perlu menjadi perhatian. Banyaknya pembangunan fly over di Bandarlampung tidak dibarengi dengan pengaturan jalan di bawahnya sehingga terjadi kesemrawutan di beberapa titik.

Rycko dalam kesempatan itu juga menyoroti tidak adanya ruang terbuka hijau di Bandarlampung. 

 

"Sebagai Ibu Kota Provinsi Lampung, Bandarlampung harus mempunyai ruang terbuka hijau di setiap kecamatan sehingga menjadi tempat bermain masyarakat," ujarnya.

Selain itu, tugu Adipura yang sudah berubah fungsi sering dijadikan tempat acara. Termasuk menjadi lahan parkir mobil-mobil dinas yang mestinya tidak perlu.

Ia juga menyoroti masalah infrastruktur pariwisata, seperti belum ada pengembangan infrastruktur kawasan pantai. Pasar tradisional yang kondisinya masih semrawut.

Bidang pendidikan, Rycko menilai Kota Bandarlampung perlu memiliki standar sekolah dengan guru yang berkualitas melalui kerja sama dengan perguruan tinggi/universitas.

Banyaknya peserta didik bina lingkungan jangan menjadi kebanggaan. Karena itu menunjukkan masih tingginya masyarakat Bandarlampung kurang mampu.

Sementara dalam bidang kesehatan, Rycko menyoroti keberadaan RSUD Bandarlampung, mengingat fasilitas dan pelayanannya kurang maksimal dan banyak pasien di kelas tiga. 

 

"Kota Bandarlampung, harusnya mempunyai pelayanan kesehatan yang memadai. Tapi yang ada sekarang pasiennya mayoritas kelas tiga,” ujar Rycko.

Sementara, lanjut dia, bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, harus ada upaya untuk melakukan terobosan dan pemanfaatan guna mendorong bertumbuhnya ekonomi kreatif.

"Banyak sekali potensi wisata seperti wisata pesisir, wisata bersejarah dan lain-lain belum dimaksimalkan," tambahnya. 

Pewarta :
Editor : Muklasin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar