Dinkes antisipasi peningkatan kasus DBD di Provinsi Lampung

id DBD lampung, antisipasi DBD

Dinkes antisipasi peningkatan kasus DBD di Provinsi Lampung

Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD), Bandarlampung, Rabu 22/01/2020 (ANTARA/HO/Internet)

Bandar Lampung (ANTARA) - Dinas kesehatan Provinsi Lampung mengantisipasi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Lampung, dengan melakukan sosialisasi dan pencegahan di 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. 

"Sehubungan dengan adanya musim hujan yang melanda Provinsi Lampung, kami telah melakukan antisipasi merebaknya kasus DBD di Provinsi Lampung dengan melaksanakan beragam program yang tertera dalam surat edaran yang telah di teruskan kepada 15 Kabupaten/Kota mengenai kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD sejak 31 Oktober 2019 silam, " ujar Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Media Lisna,  di Bandarlampung, Rabu. 

Ia menjelaskan, langkah antisipasi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung di lakukan dengan melakukan pemantauan dan sosialisasi gerakan masyarakat pemberantasan sarang nyamuk.

"Untuk mencegah peningkatan kasus DBD kami terus melakukan pemantauan dan sosialisasi 3 Mplus (menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas), menanam tanaman pengusir nyamuk dan menyemprotkan cairan anti nyamuk yang dilakukan rutin setiap hari Jumat dan Minggu, " ujarnya. 

Menurutnya, selama tahun 2019 telah ada 5.592 kasus DBD di Provinsi Lampung, untuk mencegah terjadi penambahan kasus di tahun 2020 Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah melakukan beragam upaya salah satunya dengan mendistribusikan bubuk abate ke 15 Kabupaten Kota di Provinsi Lampung. 

"Untuk mencegah kami telah melakukan pendistribusian bubuk abate ke 15 Kabupaten/Kota yang dapat di ambil di sejumlah puskesmas setempat tanpa di pungut biaya, " ujarnya. 


Baca juga: Januari 2020, penderita DBD Lampung Tengah capai 62 orang
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar