Nelayan Lebak diminta budidayakan lobster

id lebak

Nelayan Lebak diminta  budidayakan lobster

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengajak nelayan mengembangan budi daya lobster karena memiliki nilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengajak nelayan mengembangan budi daya lobster karena memiliki nilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kita berharap nelayan yang menangkap benur (benih) lobster dapat dibudidayakan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir," kata Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah di Lebak, Senin.

Pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji pengembangan budi daya benur lobster bersama Kementerian Kelauatan Perikanan (KKP).

Dimana tangkapan benur lobster diperbolehan untuk dikembangkan budi daya oleh nelayan guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

Namun, benur udang lobster masih tetap dilarang jika diperjualbelikan ke luar daerah dan bisa terjerat hukum.

"Kami minta nelayan tetap dibudidayakan benur lobster karena memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya menjelaskan.

Menurut dia, saat ini, harga benur lobster cukup tinggi berkisar antara Rp150.000/ekor sampai Rp250.000/kg,terlebih jenis lobster mutiara Rp1 juta/kg.

Sebab, lobster mutiara cukup mahal karena kuaitasnya terbaik di dunia.

"Kami minta nelayan bisa mengembangkan budi daya udang lobster," katanya menjelaskan.

Ia mengajak nelayan di pesisir selatan untuk melestarikan udang lobster agar populasinya berkembang biak sehingga menyumbangkan nilai ekonomi.

Selama ini, lobster pesisir Selatan Kabupaten Lebak masuk kategori terbaik sehingga populasinya harus dijaga dan dilestarikan.

Populasi udang lobster yang berkembang itu memiliki spesifik tersendiri dibandingkan dengan daerah lain di Tanah Air.

Lobster Lebak berwarna hijau dengan memiliki berat hingga mencapai 1,5 kilogram banyak diminati warga asing.

Selain rasanya enak dan gurih juga tinggi mengandung kolesterol.

"Kami minta nelayan dapat melindungi habitat udang lobster kecil juga telurnya dan bisa dibudidayakan untuk meningkatkan ekonomi nelayan," ujarnya.

Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Agus Taman mengatakan selama ini udang lobster di pesisir selatan Lebak masuk kategori terbaik dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Kami berharap nelayan dapat mengembangkan budi daya udang lobster dan tidak dijualbelikan bebas benur lobster itu," katanya.
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar