Mayoritas kelompok tani Mukomuko cairkan dana peremajaan tanaman untuk tumbangkan pohon sawit

id Mukomuko

Mayoritas kelompok tani Mukomuko cairkan dana peremajaan tanaman untuk tumbangkan pohon sawit

Salah satu lahan perkebunan kelapa sawit milik petani di Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. (Foto Dok.Antarabengkulu.com)

Mukomuko (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu menyebutkan mayoritas kelompok tani di daerah ini telah mencairkan dana program peremajaan tanaman kelapa sawit untuk menumbangkan sekaligus mencacah tanaman kelapa sawit. 

“Sebanyak empat kelompok tani yang mendapatkan dana program peremajaan tanaman kelapa sawit Tahun 2018, yakni KRP Tunas Harapan, KRP Sungai Batau, Wanita Usaha dan KRP Tanera Sejahtera,” kata Verifikator Peremajaan Sawit Rakyat Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Roni Linbong dalam keterangannya di Mukomuko, Minggu.
 

Sebanyak lima kelompok tani pada 2018 mendapatkan dana program peremajaan tanaman kelapa sawit di lahan seluas 562 hektare, yakni seluas 54,15 hektare milik kelompok tani KRP Tunas Harapan Desa Manjuto Jaya, seluas 103,3 hektare milik KRP Tanera Sejahtera.

Kemudian seluas 134,17 hektare milik KRP Wanita Usaha Desa Lubuk Bangko, dan seluas 167,96 hektare milik KRP Sungai Batau Desa Lubuk Bangko dan seluas 103 hektare milik kelompok tani di Kecamatan Kota Mukomuko.

Ia mengatakan sebanyak empat poktan ini menggunakan jasa pihak ketiga atau penyedia alat berat untuk melakukan penumbangan dan pencacahan tanaman kelapa sawit.

Ia menyatakan setelah pihak penyedia alat berat ini melakukan pengerjaan penumbangan tanaman kelapa sawit, kemudian mereka melakukan pencacahan tanaman kelapa sawit. 

Sedangkan pengerjaan selanjutnya pembuatan teras dan parit dan pengerjaan itu sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok tani yang mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit.

“Kebutuhan kelompok tani ini berbeda-beda. Ada kelompok tani yang hanya membutuhkan teras dan ada juga kelompok tani parit dan kebutuhan setiap kelompok tani ini sesuai dengan kondisi lahan perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Setelah tumbang dan pencacahan tanaman kelapa sawit ini dilanjutkan dengan pembuatan lobang dan setelah itu droping bibit tanaman kelapa sawit unggul yang akan ditanam.




Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar