Malaysia andalkan burung hantu basmi hama tikus

id burung hantu,kelapa wasit,pengusir hama tikus

Malaysia andalkan burung hantu basmi hama tikus

Petani memasukkan burung hantu jenis Serak Jawa ke dalam kotak sarang guna mengendalikan populasi hama tikus. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/pd.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perusahaan minyak kelapa sawit Malaysia berusaha meningkatkan jumlah burung hantu di perkebunan mereka untuk mengatasi masalah tikus daripada menggunakan ular atau kera, demikian dinyatakan Dewan Minyak Kelapa Malaysia, Rabu.

Tikus tumbuh subur di perkebunan kelapa sawit dan dapat mengurangi hasil minyak sebesar 5% hingga 10% dengan memakan buah sawit, menurut perkiraan industri, membuat sakit kepala Malaysia, produsen dan pengekspor minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

Produsen minyak sawit Malaysia, United Plantations, telah menggunakan serak jawa, spesies  burung hantu, sebagai garis pertahanan pertama melawan  tikus dan ini telah membantu mengurangi penggunaan racun kimia .

Perusahaan juga telah menggunakan kucing macan tutul untuk menangkap tikus. Penelitian yang diterbitkan tahun lalu mengatakan bahwa kera pemakan tikus juga dapat membantu perusahaan minyak sawit.

Tetapi Dewan Minyak Sawit Malaysia mengatakan penelitiannya menunjukkan bahwa burung hantu memberikan kontrol biologis terbaik terhadap hama dan bahwa penggunaan kera adalah "sama sekali tidak tepat dan tidak praktis" karena mereka dapat mengganggu kegiatan lain di perkebunan.


 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar