Ukraina koordinasi dengan Iran terkait pesawat yang tewaskan 176 orang

id pesawat Ukraina jatuh,Iran,koordinasi Ukraina dan Iran

Ukraina koordinasi dengan Iran terkait pesawat yang tewaskan 176 orang

Salah satu mesin Maskapai Internasional Ukraina penerbangan PS752, pesawat Boeing 737-800 yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Teheran Imam Khomeini pada Rabu (8/1/2020). Gambar didapat dari rekaman Iran Press. (via REUTERS/IRAN PRESS)

Kiev (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko mengatakan pada Rabu bahwa ia telah berbicara dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyangkut pesawat Ukraina, yang jatuh di Iran hingga menewaskan 176 orang.

"Setuju untuk secara erat mengkoordinasikan langkah-langkah selanjutnya oleh kelompok-kelompok investigasi guna mengetahui penyebab kejatuhan pesawat tersebut," cuit Menlu Prystaiko.

Pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Teheran pada Rabu pagi, kemudian terbakar dan menewaskan seluruh 176 orang yang ada di dalamnya.

Di antara para korban jiwa, ada 82 warga negara Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris, kata Prystaiko.

Sebagian besar penumpang yang naik ke pesawat nahas itu adalah mereka yang singgah untuk penerbangan berikutnya, kata maskapai Ukraina tersebut.

Kecelakaan terjadi pada saat konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat terancam akan menjadi konflik lebih luas di Timur Tengah, namun para pejabat memperingatkan bahwa dugaan soal penyebab kecelakaan masih dini.

Kecelakaan itu merupakan yang pertama kalinya dialami maskapai penerbangan yang berpusat di Kiev tersebut. Maskapai mengatakan sedang menjalankan segala upaya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat itu.



Menurut aturan internasional, tanggung jawab penyelidikan kecelakaan ada di pihak Iran. Televisi negara Iran melaporkan bahwa dua kotak hitam pesawat sudah ditemukan.

Ketika ditanya dalam konferensi pers di Kiev apakah pesawat itu kemungkinan jatuh tertembak rudal, Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk memperingatkan semua pihak untuk tidak berspekulasi sampai hasil investigasi diketahui.

Para pakar keselamatan penerbangan mengatakan kecelakaan pesawat jarang dipicu penyebab tunggal dan bahwa biasanya penyelidikan memakan waktu berbulan-bulan untuk mengetahui semua faktor di balik peristiwa itu.

Sumber: Reuters



 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar